Jembatan Kretek Dua Bakal Diimbangi Pengembangan Wisata
-Tim dari PT KAI berdiskusi terkait penyusunan rencana trase dan desain jalur kereta api menuju bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) saat melakukan peninjauan lapangan di halaman Balai Desa Kebonrejo, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Senin (29/8/2016).(Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Bandara Kulonprogo, fasilitas pendukung mulai dipersiapkan.
Harianjogja.com, KULONPROGO -- Persiapan pembangunan jalur kereta api pendukung Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) dimulai dengan melakukan survei. Sejauh ini, diperkirakan jalur kereta api jalur ganda ini membutuhkan lahan sekitar 18 hektar.
Jalur kereta api ini sedianya akan menjadi transportasi masuk dan keluar bagi para pengguna bandara. Bambang Eko, dari PT Angkasa Pura 1 mengatakan bahwa pihaknya sudah mulai mendampingi PT KAI melakukan survei jalur trase.
“Sudah mulai dilakukan survei pekan lalu untuk kepentingan IPL [Izin Penetapan Lokasi],” jelasnya ketika dikonfirmasi pada Minggu (25/9/2016).
Survei trase dilakukan mulai dari lokasi Stasiun Kedundang ditarik ke Selatan hingga ke Kaligintung dan berakhir masuk ke areal bandara. Sesuai dengan masterplan, nantinya akan ada stasiun yang langsung berada di dalam areal bandara. Rencana, akan dibangun jalur ganda selebar 30 meter dengan panjang sekitar enam kilometer.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MGPA dan Bea Cukai Soekarno-Hatta perkuat koordinasi logistik MotoGP Mandalika untuk dukung kelancaran event internasional di NTB.
Polsek Bambanglipuro menangkap pria asal Sleman yang menipu kelompok tani dengan modus meminjam pompa air lalu menjualnya ke rongsok.
Banyumas revisi tarif retribusi pasar lewat Perbup 8/2026. Pedagang dapat keringanan, kepatuhan ditargetkan meningkat.
Lima remaja di Pati dibina polisi usai viral video pocong. Polisi pastikan konten hoaks dan situasi tetap aman.
WBC tetapkan Agit Kabayel sebagai penantang wajib Oleksandr Usyk untuk perebutan gelar dunia kelas berat pada 2026.