Alumni Jepang Bentuk KAWAN JAPAN, Bidik Wirausahawan Baru
Alumni Jepang membentuk KAWAN JAPAN di Sleman untuk memperkuat jejaring dan mendorong lahirnya wirausahawan baru di Indonesia.
Ilustrasi menghitung uang kertas rupiah (Rahmatullah/JIBI/Bisnis)
Dana desa termin kedua akan cair Oktober
Harianjogja.com, SLEMAN- Pencairan dana desa termin kedua tahun ini mulai ada titik terang. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memastikan, pencairan akan dilakukan pada Oktober ini.
Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Anwar Sanusi mengatakan, tertundanya pencairan dana desa termin kedua tidak ada sangkut pautnya dengan penudanaan pencairan dana alokasi umum (DAU) yang dilakukan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) beberapa waktu lalu. Menurutnya, baik dana desa maupun DAU memiliki pos-pos dana sendiri.
“Alokasi dana desa Rp46,9 triliun untuk 74.754 desa itu memang belum turun, tetapi tidak ada kaitannya dengan penundaan DAU. Pos dana desa tidak akan diganggu,” katanya saat ditemui di Easparc Hotel Sleman, Jumat (30/9/2016) lalu.
Menurutnya, penundaan pencairan dana desa tahap kedua tersebut lebih pada masalah teknis. Sampai saat ini, katanya, masih banyak desa-desa yang belum mengirimkan atau melengkapi laporan keuangan penggunaan dana desa termin pertama 2016. Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi salah satu alasan Kemenkeu belum mencairkan dana tersebut.
“Tapi sudah diproses oleh Kemenkeu. Oktober ini bisa dicairkan. Kami ingatkan kembali kepada desa-desa agar laporan keuangan penggunaan dana desa diselesaikan tepat waktu,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Bagian Pemerintahan Desa, Sekretariat Daerah (Setda) Sleman, Mardiyana mengatakan Pemkab sudah mempertanyakan pencairan dana desa termin kedua ke pusat. Pasalnya, laporan penggunaan dana desa tahap pertama sudah dikirimkan jauh hari sebelumnya.
“Namun sampai saat ini belum ada kejelasan kapan dana desa tahap kedua bisa dicairkan. Pencairan dana desa termin kedua seharusnya dilakukan Agustus lalu. Sekarang masih dalam proses kejelasan,” ujarnya kepada wartawan.
Pihaknya berharap, keterlambatan pencairan dana desa termin kedua itu tidak mengganggu penyerapan ataupun program dana desa hingga akhir tahun ini. Pemdes sudah menunggu turunnya dana tersebut untuk melanjutkan berbagai program yang sudah dicanangkan sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 21/2016.
“Kegiatan infratsruktur dan pemberdayaan sudah diprogramkan Pemdes. Misalnya pembangunan jalan desa, drainase, irigasi, pelatihan dan peningkatan kapasitas desa," katanya.
Sekadar diketahui, tahun ini dari alokasi dana desa untuk DIY sebesar Rp287,6 miliar, Sleman mendapatkan alokasi dana desa Rp63 miliar. Tahap pertama, Rp48,6 miliar atau 60% dana desa untuk 86 desa di Sleman dikucurkan pada Mei lalu. Sementara sisanya, Rp14,3 miliar atau 40%nya masih belum dicairkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alumni Jepang membentuk KAWAN JAPAN di Sleman untuk memperkuat jejaring dan mendorong lahirnya wirausahawan baru di Indonesia.
Hilary Duff mengenang aksi usil bersama teman-temannya saat remaja. Mereka pernah mengerjai rumah seorang pria yang memperlakukan sahabatnya dengan buruk.
Pengguna aktif AI generatif di dunia mencapai 3,24 miliar orang pada Oktober 2026. ChatGPT masih menjadi platform paling banyak digunakan.
Sebanyak 11 wakil Indonesia bertanding pada babak 32 besar Korea Open 2026, Rabu (4/11). Alwi Farhan dan Anthony Ginting siap beraksi.
PSG memimpin klasemen Liga Champions dengan 12 poin setelah menang 6-0 atas Villarreal. Barcelona di posisi kedua, sedangkan Bayern naik ke urutan kedelapan.
Kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo yang menyeret Listyo Sigit menjadi sorotan media Singapura dan Malaysia.