IKN Teken KPBU Rp2,629 Triliun untuk Bangun 8 Tower ASN
Otorita IKN menandatangani KPBU Rp2,629 triliun untuk membangun delapan tower hunian ASN. Konstruksi dimulai Februari 2027.
Tugiran mencabuti tanaman semangka yang tumbuh tak sempurna di ladangnya, Senin (3/10/2016). (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja)
Pertanian Gunungkidul menghadapi masalah gagal panen karena hujan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Intensitas hujan yang tinggi membuat sejumlah petani semangka di Kecamatan Paliyan, Gunungkidul gigit jari. Pasalnya mereka terpaksa mengalami gagal panen dan merugi jutaan rupiah.
Salah seorang Petani di Desa Pampang, Kecamatan Paliyan, Tugiran mengeluhkan gagal tumbuhnya ribuan benih semangka yang ditanam di lahan seluas 2.000 meter persegi miliknya tersebut. Ia mengakui bahwa sejumlah petani salah prediksi ketika memutuskan untuk menanam semangka di cuaca yang tidak menentu ini.
“Kami salah perhitungan, ternyata hujan datang lebih cepat. Padahal perkiraan petani hujan baru akan turun bulan Desember nanti,” keluh Tugiran, Senin (3/10/2016).
Tugiran mengatakan 3.000 bibit semangka berumur satu bulan tersebut rencananya akan mencapai masa panen di awal November nanti. Namun dikarenakan hujan lebat yang terus turun dalam satu minggu terakhir membuat lahan semangka terendam air hujan secara berlebihan. Padahal, sebelumnya ia optimis akan mengalami panen dengan keuntungan berlipat seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun-tahun kemarin kalau panen semangka bisa untung sampai Rp6 juta-an,” kata dia.
Petani semangka lainnya di Desa Pampang, Rakiyem pun mengalami hal serupa. Ia pun mengaku telah mengeluarkan modal jutaan rupiah untuk membeli bibit hingga pupuk untuk perawatan tanaman semangka.
“Satu amplop isi 500 benih semangka harganya Rp125.000, ditambah untuk membeli pupuk total modalnya sampai Rp2 juta-an,” kata dia.
Rakiyem pun mengatakan bahwa dirinya kini tak mampu berbuat banyak untuk tanaman semangkanya yang telah terlanjur tak dapat dipanen tersebut. Ia pun berencana untuk mencabut seluruh tanaman semangka yang sebagian telah tumbuh merambat.
Untuk mengisi lahannya tersebut Rakiyem akan mengalihkan lahan semangka menjadi lahan tanaman padi. Menurutnya, padi merupakan satu-satunya tanaman yang masih dapat tahan dengan resiko hujan dengan intensitas yang tinggi.
Selain semangka, petani di Desa Pampang pun mengalami gagal tanam pada sejumlah komoditas di antaranya cabai dan bawang merah. Meskipun dapat membuahkan hasil, namun kualitas yang dicapai pada kedua komoditas tersebut tak sebaik panenan sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otorita IKN menandatangani KPBU Rp2,629 triliun untuk membangun delapan tower hunian ASN. Konstruksi dimulai Februari 2027.
Survei PPI menempatkan Dedi Mulyadi di posisi teratas simulasi elektabilitas cawapres 2029 dengan 21%, mengungguli Gibran.
Kenali 10 situs streaming film ilegal, termasuk LK21 dan IndoXXI, serta risiko malware, pencurian data, penipuan, dan pelanggaran hak cipta.
BMKG memantau sisa sebaran asap karhutla di Banten. Simak 7 barang yang perlu disiapkan di rumah untuk mengurangi paparan asap.
Belanja jemaah haji Indonesia mencapai sekitar Rp4 triliun. Menhaj mendorong UMKM daerah memanfaatkan peluang ekonomi haji dan umrah.
Disnakertrans Bantul mengukur ulang pekerjaan padat karya di 124 lokasi untuk memastikan hasil sesuai desain sebelum pembayaran upah pekerja.