Pemuda Semarang Diamuk Massa Usai Bawa Kabur Anak 13 Tahun, Perkenalan di Grup WA
Polisi menetapkan pemuda 22 tahun sebagai tersangka setelah anak 13 tahun ditemukan di rental PS Banyumanik usai berpindah empat hari.
Sejumlah siswa bermain mainan tradisional egran di Halaman SD Muhammadiyah Miliran dalam rangka HUT Kota Jogja, Jumat (7/10/2016). (JIBI/Harian Jogja/ IST-IbnuKepala SD Muhammadiyah Miliran Ibnu Mubarok)
HUT Kota Jogja dirayakan sebuah sekolah dengan memperkenalkan dolanan bocah
Harianjogja.com, JOGJA -- Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Miliran Kota Jogja menggelar kegiatan dolanan tradisional dalam rangka memperingati HUT Kota Jogja ke-260, Jumat (7/10/2016). Ratusan siswa bersemangat mengikuti kegiatan yang digelar di kompleks sekolah berlokasi di Jalan Kenari, Umbulharjo, Kota Jogja itu.
Pelaksana Tugas Harian (Plh) Kepala SD Muhammadiyah Miliran Ibnu Mubarok menjelaskan, lahirnya Kota Jogja penuh dengan sejarah budaya masa lampau yang memiliki nilai luhur. Momentum HUT diperingati setahun sekali, sengaja diikuti sekolahnya dengan penuh semangat berbudaya seperti tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, pada 2016 ini, pihaknya menampilkan suasana beda. Selain siswa harus berpakaian adat Jawa, mereka juga diminta untuk ikut serta bermain mainan tradisional. Sekolah membebaskan siswa dari kegiatan belajar mengajar kemudian siswa diberikan ruang untuk bermain mainan tradisional tersebut.
"Sekolah sudah menyiapkan mainan tradisional, anak-anak tinggal memainkan di sekolah secara bersama-sama," terangnya kepada Harian Jogja, Jumat (7/10/2016).
Mainan tradisional itu terdiri atas dakon, egrang, bekelan dan gangsing. Siswa memainkannya dengan masih mengenakan pakaian tradisional Jawa. Menurut Ibnu, keberadaan mainan tradisional yang nyaris tak tersentuh oleh anak-anak perlu kembali dikenalkan kepada siswa melalui momentum HUT Kota Jogja. Sebagian besar anak usia SD saat ini lebih sering ditemukan mampu menggunakan gadget. Penggunaan mainan tradisional sebagai upaya memperkenalkan kepada anak-anak agar terbiasa bagi yang jarang memainkannya. Padahal mainan tradisional itu memiliki nilai luhur seperti egrang bisa mengajarkan kesabaran ketika berjalan.
"Permainan disesuaikan, kalau egrang bagi siswa yang sudah besar seperti kelas lima atau enam. Sebagian besar siswa merasa enjoy dengan permainan [tradisional] itu," tegasnya.
Selain bermain mainan tradisional, para siswa juga diajak menyanyikan lagu tradisional Jawa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi menetapkan pemuda 22 tahun sebagai tersangka setelah anak 13 tahun ditemukan di rental PS Banyumanik usai berpindah empat hari.
Apple membuka pre-order iPhone 18 Pro dan Pro Max mulai Rp21,11 juta dengan opsi trade-in, cicilan, leasing, dan empat pilihan warna.
FKY 2026 di Sleman berlangsung 13-19 September. Cek rekayasa lalu lintas dan 21 kantong parkir saat pembukaan dan penutupan.
Pemerintah Kabupaten Klaten terus memperkuat strategi pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem melalui berbagai program intervensi.
Astra Financial menghadirkan literasi keuangan dan Festival UMKM dalam SiBakul Jogja Sport & Fest 2026 yang diikuti 5.000 pelari.
Sevilla mengalahkan Valencia 1-0 pada pekan kelima Liga Spanyol lewat gol Juan Iglesias dan naik ke posisi ketiga klasemen.