SPP Menunggak Rp336 Juta, 162 Ijazah SMK Solo Belum Diambil
Sebanyak 162 ijazah lulusan SMK Wijaya Kusuma Solo masih tertahan akibat tunggakan SPP Rp336 juta. Sekolah memberi diskon hingga 40 persen.
Pelaku saat diamankan petugas dengan barang bukti sebuah sepeda motor Honda Vario di Mapolsek Ngaglik, Senin (17/10/2016). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)
Pencurian Sleman dilakukan seorang karyawan cucian motor.
Harianjogja.com, SLEMAN -- Seorang karyawan di tempat cucian motor nekat menggasak motor milik pelanggan lantaran tidak memiliki kendaraan. Bogi, warga Sendangtirto, Berbah, Sleman, berhasil diamankan di tempat kerjanya yang baru setelah berhasil melarikan diri selama satu bulan.
"Pelaku ini adalah karyawan tempat cucian motor. Dia berhasil diamankan di tempat kerja barunya di Sleman kemarin setelah petugas sempat melakukan pengejaran di beberapa lokasi yang ia gunakan sebagai persembunyian," kata Kapolsek Ngaglik, Kompol Riyanto, Senin (17/10/2016).
Dia mengatakan, awal mula kejadian pencurian tersebut saat korban Riski Nurul Akidah, warga Gandok, Sinduarjo, Ngaglik berniat mencucikan kendaraan miliknya di lokasi kejadian di daerah Klabanan, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman. Karena antrean kendaraan panjang, korban meninggalkan motor Vario warna merah dengan plat nomor AB 6990 RW dan berniat mengambil pada sore hari setelah selesai dicuci.
Namun sore hari ketika korban hendak mengambil speda motornya, ternyata tempat cucian tersebut sudah tutup.
"Paginya saat korban kembali untuk mengambil motor, ternyata sepeda motornya juga sudah tidak ada di lokasi," ujar Riyanto.
Berbarengan dengan hilangnya motor milik korban pada hari yang sama, Bogi juga diketahui juga menghilang dan tidak pernah lagi bekerja. Atas kecurigaan tersebut akhirnya korban bersama pengelola tempat cucian motor melaporkan kejadian pencurian tersebut ke Polsek Ngaglik.
"Setelah memeriksa saksi-saksi dan melakukan olah TKP, Diduga kuat bahwa Bogi merupakan pelaku pencurian. berdasarkan keterangan tersebut akhirnya petugas melakukan pengejaran kepada pelaku yang sempat juga bekerja di Karanganyar, Jawa Tengah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 162 ijazah lulusan SMK Wijaya Kusuma Solo masih tertahan akibat tunggakan SPP Rp336 juta. Sekolah memberi diskon hingga 40 persen.
Pilur serentak di 30 kalurahan Bantul memasuki tahap pemutakhiran data pemilih. Pendaftaran bakal calon lurah dijadwalkan 23 Juli–4 Agustus 2026.
KPK akan menyupervisi penanganan kasus Febrie Adriansyah. DPR membentuk Panja untuk mengawasi proses penyidikan bersama Kejagung dan Polri.
Program B50 dinilai mampu menggerakkan ekonomi dan menekan impor BBM, namun pemerintah diminta menjaga pasokan CPO agar inflasi terkendali.
Pemkab Pekalongan membuka program transmigrasi ke Poso hingga Agustus 2026. Peserta berhak mendapat rumah, lahan 2 hektare, dan bantuan hidup.
Kejagung memastikan Febrie Adriansyah belum ditahan meski telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri. Berkas perkara masih dipelajari.