Keracunan MBG Meluas, 170 Pelajar Jombang-Nganjuk Terdampak
Sebanyak 170 pelajar di Jombang dan Nganjuk diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Penyebabnya masih diselidiki.
Salah satu buruh menebar bunga sepanjang jalan menuju Keraton Yogyakarta (Nur Fitriatus Shalihah/JIBI/Harian Jogja)
Demonstrasi Jogja berkaitan dengan upah buruh
Harianjogja.com, JOGJA -- Sekitar 100 buruh yang tergabung dalam Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) dan Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY) mengadakan demo dari Kepatihan hingga depan Keraton Yogyakarta, Senin (31/10/2016). Mereka menolak Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015, karena upah yang ditetapkan dinilai tidak cukup.
(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/10/31/info-terkini-umk-diy-ditetapkan-ini-rincian-per-kabupaten-dan-kota-765095">INFO TERKINI : UMK DIY Ditetapkan, Ini Rincian per Kabupaten dan Kota)
“Ini soal perut dihitung pakai inflasi pakai pertumbuhan ekonomi, kalau soal perut itu harus dihitung dari indikasi pasar dan pertumbuhan yang secara matematis,” kata Kinadi, sekjen aliansi buruh Yogyakarta.
Kinadi menjelaskan, seharusnya acuan penetapan upah adalah permenaker soal kebutuhan hidup layak yang didapat dari survey, bukan dari indikasi inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Kenaikan 8,25% dari upah yang sebelumnya dinilai masih kurang. Adapun rata-rata upah yang seharusnya untuk tiap kabupaten/kota di DIY adalah 2,2 juta.
Demo diawali dengan menyuarakan aspirasi di depan gerbang Kepatihan yang tertutup, kemudian dilajutkan dengan berjalan ke Alun-Alun Utara Yogyakarta. Seorang perempuan yang berjalan paling depan menabur bunga dan mengenakan pakaian hitam tanda berkabung. Di belakangnya terdapat sekelompok orang mengenakan pakaian adat lengkap.
Untuk melancarkan aksinya, massa aksi melakukan tapa pepe, yakni berjemur di bawah terik matahari tengah hari di depan gerbang Kraton Yogyakarta tanpa saling berbicara. Mereka berharap raja Yogyakarta menemui dan menyetujui keinginan mereka.
“Inilah cara rakyat menyampaikan kegelisahan kepada pemimpin cara rakyat menyampaikan ini lho ada pemimpin yang dzalim yang kita sampaikan kepada raja kita,” ujar Kinadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 170 pelajar di Jombang dan Nganjuk diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Penyebabnya masih diselidiki.
Kelok 23 Bantul akan diuji coba 14-20 September 2026. Bupati Bantul mengingatkan warga agar tidak menyerobot lahan untuk bangunan liar.
Nilai ekspor cabai DIY mencapai Rp749,9 juta pada 2026, lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2025 meski frekuensi pengiriman menurun.
Pemda DIY mengevaluasi Regol Ayom Malioboro dan menyiapkan desain ulang dengan mempertimbangkan kenyamanan pejalan kaki serta kondisi kawasan.
PSIM Jogja bersiap menghadapi Persebaya. Ondrej Rudzan ingin Laskar Mataram membenahi permainan dan membawa pulang poin dari Surabaya.
Lima penerima bantuan RTLH Sleman mengundurkan diri sehingga Rp68 juta anggaran tidak terserap. Sebanyak 461 unit rumah tetap direhabilitasi.