PILKADA KULONPROGO : Kasus PNS yang Tidak Netral Bisa Berbuntut Panjang

Sunartono
Sunartono Sabtu, 05 November 2016 13:20 WIB
PILKADA KULONPROGO : Kasus PNS yang Tidak Netral Bisa Berbuntut Panjang

Pasangan Zuhadmono Azhari dan BRAy Iriani Pramastuti serta Hasto Wardoyo dan Sutedjo menunjukkan hasil pengundian nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2017 di aula kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kulonprogo, Selasa (25/10/2016). (Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja)

Pilkada Kulonprogo harus disikapi secara netral oleh PNS

Harianjogja.com, KULONPROGO-Netralitas PNS dalam gelaran pilkada Kulonprogo 2017 diterapkan oleh Dinas Kesehatan Kulonprogo hingga ke tingkat pegawai Puskesmas. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Bambang Haryatno, pada Jumat (4/11/2016).

Menurutnya, sikap netralitas PNS telah disampaikan sejak adanya surat edaran terkait hal tersebut. “Bahkan hingga Puskesmas pun PNS harus netral,” ujar di hadapan penjabat Bupati Kulonprogo, Budi Antono yang mengadakan tour de SKPD.

Kemarin menjadi hari keempat penjabat Bupati tersebut menjalani tour de SKPD yang ditujukan sebagai ajang silaturahmi dan sosialisasi akan netralitas PNS. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan pengalaman dari daerah lain, ada PNS yang tidak netral. Kesalahan tesebut menurutnya berbuntut sangat panjang dan hingga kini belum terselesaikan.

“Ketika pilkada serentak tahap pertama, ada belasan PNS di daerah lain yang tidak netral,” ujarnya.

Bahkan, PNS yang terlibat terdiri dari jabatan atas hingga bawah. Karena itu, ia berharap PNS Kulonprogo memahami benar isi surat edaran yang telah dilayangkan agar tidak terjadi kesalahan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online