UANG PALSU GUNUNGKIDUL : Pengungkapan Mandeg, Ada Apa?
JIBI/SOLOPOS/Dwi Prasetya TEMUAN UPAL- Pemimpin Bank Indonesia (BI) Solo, Doni P Joewono menunjukkan uang palsu (upal) pecahan seratus ribuan di gedung BI Solo, Kamis (4/8). Petugas BI Solo menyita uang palsu (upal) pecahan seratus ribuan sejumlah satu juta rupiah yang ditukarkan seorang penjual uang baru.
Uang Palsu Gunungkidul, sumber pengedar belum terungkap.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Pengungkapan kasus peredaran uang palsu (upal) di Gunungkidul mandeg. Polisi belum berhasil menemukan sumber pengedar uang palsu.
(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/10/26/uang-palsu-gunungkidul-muncul-dugaan-adanya-sindikat-upal-763555">UANG PALSU GUNUNGKIDUL : Muncul Dugaan Adanya Sindikat Upal)
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reksrim) Polres Gunungkidul Ajun Komisaris Polisi (AKP) Mustijat Priyambodo mengatakan hingga detik ini polisi belum berhasil mengungkap sumber peredaran uang palsu.
Polisi sejauh ini hanya berhasil menangkap tiga orang tersangka. Satu di antaranya perwira menengah kepolisian. Namun dari mana asal uang yang didapat tiga tersangka pengedar upal itu hingga kini tidak diketahui.
Sejatinya kata Mustijat, satu dari tiga tersangka mengenal pelaku yang memberi mereka uang palsu. Namun pelaku tersebut kini menghilang.
“Sebenarnya salah satu tersangka yang perempuan itu mengenal siapa yang memberi uang. Cuma karena tahu temannya [tersangka] masuk penjara akhirnya pelaku kabur,” kata Mustijat, Senin (7/11/2016).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share