KEBUTUHAN POKOK : Cabai Sleman yang Berkualitas Jadi Sasaran Pencuri

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Rabu, 09 November 2016 06:20 WIB
KEBUTUHAN POKOK : Cabai Sleman yang Berkualitas Jadi Sasaran Pencuri

Salah satu pedagang di Pasar Stan Maguwo, Jumat (4/11/2016). Menjelang akhir tahun sejumlah kebutuhan pokok sudah mulai merangkak naik, terutama cabai kenaikan harga cabai sudah mencapai 50-100 persen. (Tim Redaksi/JIBI/Harian Jogja)

Harga kebutuhan pokok cabai masih tetap tinggi.

Harianjogja.com, SLEMAN- Tingginya harga komoditas cabai saat ini dikhawatirkan menjadi sasaran aksi pencurian. Kasus pencurian cabai sudah dialami petani di wilayah Kalasan.

(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/11/08/harga-kebutuhan-pokok-duh-harga-tinggi-cabai-rawan-dicuri-767350">HARGA KEBUTUHAN POKOK : Harga Tinggi, Komoditas Cabai Rawan Dicuri)

Kepala Seksi (Kasi) Bina Produksi Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (DP2K) Sleman, Immawan Nur Saefudin Ahmad mengatakan, DP2K akan memberikan bantuan kepada petani cabai di Dusun Sambiroto karena lokasi tersebut menjadi salah satu sentra produksi cabai di Sleman. Bantuan tersebut akan diberikan pada musim tanam cabai berikutnya.

"Kami berikan bantuan benih cabai untuk musim tanam berikutnya," tambah dia, Selasa (8/11/2016).

Di wilayah Sleman, sejumlah wilayah menjadi sentra tanaman cabai. Mulai Kecamatan Mlati, Ngaglik, Pakem, Ngemplak dan sebagian Kalasan. Total luas lahan tanaman cabai ini mencapai 400 hektare untuk cabai rawit dan 550 hektare cabai keriting. Hampir semua lahan sudah mendekati masa akhir panen. "Masa tanam sekitar Juni kemarin dan mulai dipanen bulan kemarin dan bulan ini," katanya.

Menurutnya, kualitas cabai asal Sleman diklaim lebih unggul di banding kabupaten lain di DIY. Seperti Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul. Pasalnya saat dibawa ke Jakarta, kondisi cabai asal Sleman lebih awet.

"Mungkin ini yang membuat cabai Sleman itu diincar banyak orang. Termasuk incaran para pencuri," jelasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online