JBBA 2026: Ekonomi Berkelanjutan Penting bagi Korporasi dan Instansi
JBBA 2026 mendorong korporasi dan instansi publik mengadopsi ekonomi berkelanjutan sebagai strategi bisnis dan tata kelola.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Riyantono saat memberikan KIS kepada warga Bantul di Gedung Induk Kompleks Kantor Bupati Bantul, Jumat (11/11/2016) pagi. (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)
Kartu Indonesia Sehat di Bantul diberikan untuk 2.100 jiwa
Harianjogja.com, BANTUL-Dari total 23.000 jiwa warga Bantul yang tercatat sebagai pengguna Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), baru 2.100 jiwa saja yang sudah terdata dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan berhak atas Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Untuk mereka Pemkab Bantul telah menyiapkan anggaran sebesar Rp98 juta lebih.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul, Maya Sintowati Pandji menjelaskan, saat ini Pemkab Bantul memang baru bisa mengikut sertakan sebanyak 2.100 warganya untuk mendapatkan KIS.
Dari 2.100 warga ini, mayoritas yang diikut sertakan adalah warga yang memiliki penyakit katastropik atau penyakit berbiaya tinggi seperti jantung, ginjal, cuci darah rutin dan sebagainya.
Sedangkan, sisanya, ia mengaku baru bisa memanfaatkan program KIS itu mulai pada awal tahun 2017 mendatang.
"Nantinya, pada Januari 2017 kami juga akan mengalihkan sekitar 22.400 peserta jamkesda untuk mendapatkan KIS. Jadi targetnya ada 23.500 jiwa yang akan mendapat KIS,” kata Maya saat ditemui usai menghadiri acara Launching Kartu Indonesia Sehat (KIS) APBD dan launching profil PDBT di gedung induk Pemkab Bantul, Jumat (11/11/2016).
Sejauh ini, Maya menjelaskan ada 121.666 jiwa yang masuk dalam Jamkesda hingga tahun ini. Adapun anggaran untuk Jamkesda di Kabupaten Bantul mencapai Rp 15.219.000. Pihaknya pun akan menyortir peserta Jamkesda yang memiliki riwayat penyakit katastropik untuk masuk dan mendapatkan KIS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Jogja menargetkan Raperda P4GN rampung awal November untuk memperkuat peran pemuda, mengawasi obat keras, dan mencegah narkoba.
Pemerintah menyiapkan pemerataan data center berbasis AI hingga Indonesia timur. Telkom membidik lokasi dekat sumber energi, Danantara incar pendapatan US$7 mil
TKA 2026 digelar 26 Oktober hingga 8 November untuk mengukur kemampuan akademik siswa dengan standar nasional. Simak tujuan dan persiapannya.
KAI Daop 6 mencatat 1,63 juta pengguna Face Recognition hingga September 2026 di Stasiun Jogja, Lempuyangan, dan Solo Balapan.
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, persoalan PHK, kualitas pekerjaan, dan penciptaan lapangan kerja formal masih menjadi tantangan.