Sejarah Gunung Anak Krakatau, Lahir dari Reruntuhan 1883 hingga Kisah Tsunami
Sejarah Gunung Anak Krakatau bermula dari kehancuran Krakatau 1883, tumbuh hingga 338 mdpl, lalu runtuh akibat longsoran pada tsunami 2018.
Raperdais DIY mengenai tanah Sultan dan Pakualam terus dibahas.
Harianjogja.com, JOGJA -- Sejumlah anggota DPRD DIY akan bersikap kritis memberikan masukan selama pembahasan Raperda tentang pengelolaan dan pemanfaatan tanah Kasultanan dan Kadipaten. Salahsatunya terkait materi tentang tanah milik Kasultanan dan Kadipaten yang berada di luar daerah.
(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/11/16/raperdais-diy-pembagian-tanah-bukan-keprabon-untuk-kesejahteraan-masyarakat-769134">RAPERDAIS DIY : Pembagian Tanah Bukan Keprabon untuk Kesejahteraan Masyarakat)
Anggota Fraksi Kebangkitan Nasional DPRD DIY Aslam Ridlo menyatakan, pihaknya tetap akan memberikan kritik dan masukan dengan fokus pada naskah akademik meski telah masuk di Pansus. Alasannya, hal tersebut masih memungkinkan dilakukan untuk membuat Raperda tersebut matang.
"Saya lebih tertarik mendiskusikan mulai dari naskah akademiknya lebih dahulu. Karena naskah akademik kerangka berpikir draf Raperda. Saya tertarik mengkaji itu dan mematangkannya," terang politisi PKB ini, Selasa (22/11/2016).
Salahsatu hal yang perlu didiskusikan adalah terkait database tanah. Menurutnya database tanah itu harus ada agar menghasilkan Perda yang baik dan operasional. Salahsatunya terkait Pasal 6 ayat 2 Raperdais tentang pengelolaan dan pemanfaatan tanah Kasultanan dan Kadipaten yang menyebut berbagai tanah keprabon tidak hanya di DIY tetapi juga di luar DIY, seperti Makam Gunungpring, Muntilan, Petilasan Perjanjian Giyanti, Karanganyar dan Petilasan Perjanjian Jatisari, Sragen. Padahal dalam UU No. 13/2012 tentang Keistimewaan DIY tanah Kasultanan dan Kadipaten itu berada di wilayah DIY.
"Maksud saya, tanahnya di luar itu kita kan tidak tahu dimana saja, maka FKN [Fraksi Kebangkitan Nasional] sejak awal menanyakan soal database mana. Kalau kita tahu databasenya, mau bikin pemetaan mudah," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejarah Gunung Anak Krakatau bermula dari kehancuran Krakatau 1883, tumbuh hingga 338 mdpl, lalu runtuh akibat longsoran pada tsunami 2018.
ebanyak 1.005 mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) mengikuti kegiatan Maba
Google investasi US$15 miliar di Finlandia untuk pusat data, energi dan AI. Proyek ini diproyeksikan menciptakan 37.000 lapangan kerja.
Prabowo menginstruksikan pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di Selat Sunda. Sebanyak 11 kapal dikerahkan.
The All-New Mazda 6e Fastback, kendaraan listrik terbaru Mazda yang meraih penghargaan 2026 World Car Design of the Year, diperkenalkan kepada masyarakat
Daftar 10 SMP berprestasi di Jogja berdasarkan data SIMT Puspresnas, dengan capaian prestasi siswa tingkat kabupaten hingga internasional.