Persik Kediri vs PSS Sleman 2-1 di Babak Pertama, Ernesto Gomez Cetak Brace
Persik Kediri unggul 2-1 atas PSS Sleman pada babak pertama pekan keenam Super League 2026/2027 berkat brace Ernesto Gomez.
Pakar Vulkanologi UGM, Prof. Agung Harijoko (kanan) saat menghadiri diskusi Pojok Bolaksumur di UGM pada Rabu (9/9/2026)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN— Aktivitas enam gunung api yang berlangsung secara bersamaan merupakan fenomena alam yang dapat terjadi dalam proses geologi. Pakar Vulkanologi UGM, Prof. Agung Harijoko, menegaskan hingga kini belum ada bukti ilmiah mengenai teknologi yang mampu memicu aktivitas vulkanik secara serentak.
Berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya di bidang vulkanologi, Agung mengatakan erupsi gunung api merupakan bagian dari proses geologi. Aktivitas tersebut terjadi secara alami akibat tekanan yang terbentuk di dalam dapur magma.
"Kalau saya sampai saat ini masih percaya bahwa proses erupsi gunung api itu adalah proses geologi ya," kata Agung saat ditemui di UGM pada Rabu (9/9/2026).
Dia menjelaskan erupsi terjadi ketika tekanan di dapur magma semakin tinggi hingga mampu menerobos keluar. Proses tersebut merupakan mekanisme alamiah yang berlangsung di dalam sistem gunung api.
"Jadi, artinya adalah proses alam di mana dapur magma itu membangun tekanan, dan tekanannya kemudian menjadi cukup tinggi sehingga kemudian bisa menerobos keluar," tutur Agung.
Penjelasan tersebut sekaligus menjadi dasar Agung dalam menanggapi anggapan mengenai adanya teknologi tertentu yang dapat memicu erupsi gunung api.
Menurut dia, sampai saat ini belum terdapat bukti yang menunjukkan teknologi, termasuk teknologi berbasis frekuensi, dapat menyebabkan gunung api mengalami erupsi.
"Jadi, tidak ada kaitannya dengan apa? Ada teknologi frekuensi atau apa itu. Jadi, itu belum ada buktinyalah kalau mau dikatakan seperti itu. Jadi, tetap saja kalau saya masih percaya bahwa itu adalah proses alami, proses geologi ," tegasnya.
Enam Gunung Api Aktif Bersamaan
Agung menilai aktivitas enam gunung api dalam waktu bersamaan bukan sesuatu yang mustahil terjadi. Kondisi tersebut dapat muncul secara natural sebagai bagian dari dinamika geologi masing-masing gunung api.
Dengan demikian, munculnya aktivitas vulkanik secara bersamaan pada sejumlah gunung api tidak serta-merta menunjukkan adanya campur tangan manusia.
"Tetapi sebenarnya secara natural, secara alami ada gunung api enam gunung api yang aktif bersamaan itu sangat mungkin sekali terjadi. Jadi, tidak ada campur tangan manusia," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persik Kediri unggul 2-1 atas PSS Sleman pada babak pertama pekan keenam Super League 2026/2027 berkat brace Ernesto Gomez.
Pengawal Energi 2026 pada 24 Oktober–1 November untuk mengawasi penyaluran BBM bersubsidi di 3.679 SPBU.
Sebanyak 32.214 bikers Honda dari berbagai daerah di Indonesia berpartisipasi dalam rangkaian Honda Bikers Day (HBD) 2026.
PT Mikatasa Agung menggelar kopdar Lem Rajawali bersama pengrajin sofa di Jogja untuk mempererat hubungan pelanggan dan menyerap masukan pengembangan produk.
Gunungkidul memasuki masa pancaroba. BPBD mengingatkan potensi angin kencang dan melanjutkan penyaluran bantuan air bersih hingga Desember.
Penembakan dekat Stadion Bragg Memorial di Florida menyebabkan sejumlah korban. Polisi menyelidiki insiden dan jumlah korban belum dipastikan.