Gerbang Tol Trihanggo Rampung, Jadi Akses Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen
Struktur Gerbang Tol Trihanggo di Kronggahan, Sleman, rampung. GT ini menjadi akses penghubung Tol Jogja-Solo dan Tol Jogja-Bawen.
Pakar Vulkanologi UGM, Prof. Agung Harijoko (kanan) saat menghadiri diskusi Pojok Bolaksumur di UGM pada Rabu (9/9/2026)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN— Aktivitas enam gunung api yang berlangsung secara bersamaan merupakan fenomena alam yang dapat terjadi dalam proses geologi. Pakar Vulkanologi UGM, Prof. Agung Harijoko, menegaskan hingga kini belum ada bukti ilmiah mengenai teknologi yang mampu memicu aktivitas vulkanik secara serentak.
Berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya di bidang vulkanologi, Agung mengatakan erupsi gunung api merupakan bagian dari proses geologi. Aktivitas tersebut terjadi secara alami akibat tekanan yang terbentuk di dalam dapur magma.
"Kalau saya sampai saat ini masih percaya bahwa proses erupsi gunung api itu adalah proses geologi ya," kata Agung saat ditemui di UGM pada Rabu (9/9/2026).
Dia menjelaskan erupsi terjadi ketika tekanan di dapur magma semakin tinggi hingga mampu menerobos keluar. Proses tersebut merupakan mekanisme alamiah yang berlangsung di dalam sistem gunung api.
"Jadi, artinya adalah proses alam di mana dapur magma itu membangun tekanan, dan tekanannya kemudian menjadi cukup tinggi sehingga kemudian bisa menerobos keluar," tutur Agung.
Penjelasan tersebut sekaligus menjadi dasar Agung dalam menanggapi anggapan mengenai adanya teknologi tertentu yang dapat memicu erupsi gunung api.
Menurut dia, sampai saat ini belum terdapat bukti yang menunjukkan teknologi, termasuk teknologi berbasis frekuensi, dapat menyebabkan gunung api mengalami erupsi.
"Jadi, tidak ada kaitannya dengan apa? Ada teknologi frekuensi atau apa itu. Jadi, itu belum ada buktinyalah kalau mau dikatakan seperti itu. Jadi, tetap saja kalau saya masih percaya bahwa itu adalah proses alami, proses geologi ," tegasnya.
Enam Gunung Api Aktif Bersamaan
Agung menilai aktivitas enam gunung api dalam waktu bersamaan bukan sesuatu yang mustahil terjadi. Kondisi tersebut dapat muncul secara natural sebagai bagian dari dinamika geologi masing-masing gunung api.
Dengan demikian, munculnya aktivitas vulkanik secara bersamaan pada sejumlah gunung api tidak serta-merta menunjukkan adanya campur tangan manusia.
"Tetapi sebenarnya secara natural, secara alami ada gunung api enam gunung api yang aktif bersamaan itu sangat mungkin sekali terjadi. Jadi, tidak ada campur tangan manusia," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Struktur Gerbang Tol Trihanggo di Kronggahan, Sleman, rampung. GT ini menjadi akses penghubung Tol Jogja-Solo dan Tol Jogja-Bawen.
Menteri LH Jumhur Hidayat menegaskan pasar karbon Indonesia harus berbasis aksi iklim nyata, bukti kredibel, dan tata kelola berintegritas.
DPRD DIY meminta SPPG penyebab keracunan MBG ditutup permanen. Sebanyak 14 SPPG di DIY kini mendapat sanksi suspend.
Wapres Gibran mendorong inovasi mahasiswa ITB terus dikembangkan agar berdampak lebih luas dan terhubung dengan kebutuhan industri.
Pakar Vulkanologi UGM Prof. Agung Harijoko menjelaskan enam gunung api aktif bersamaan merupakan fenomena alami dalam proses geologi.
Malone Lam, pemuda Singapura 22 tahun, mengaku bersalah dalam kasus pencurian kripto US$245 juta dan menjalani gaya hidup mewah.