Jembatan Kretek Dua Bakal Diimbangi Pengembangan Wisata
Pengunjung melihat-lihat produk batik Kulonprogo di salah satu lokasi produksi di Sembunga, Gulurejo, Lendah, Rabu (23/11/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)
Batik Kulonprogo mengalami penurunan penjualan
Harianjogja.com, KULONPROGO-Omzet penjualan batik lokal Kulonprogo menurun sebanyak 20% selama 3 bulan terakhir. Tren negatif ini diprediksi akan terus berlangsung hingga penghujung tahun.
Umbuk Haryanto, pemilik salah satu produk batik di Lendah mengatakan penurunan omzet merupakan dampak lesunya perekonomian selama beberapa waktu terakhir.
“Semua pasar batik lesu bahkan Pekalongan yang sentranya,” ujarnya ditemui di gerainya, Rabu (23/11/2016). Ia menjelaskan jika akhir tahun biasanya memang sering terjadi penurunan pasar.
Meski demikian, ia optimis penjualan akan pulih kembali memasuki awal tahun. Kenaikan salah satunya disebabkan tingginya permintaan batik untuk kebutuhan seragam sekolah memasuki tahun ajaran baru. Selain permintaan dari masyarakat, permintaan batik juga datang dari berbagai institusi pendidikan dan pemerintah.
Selain menjual batik berupa kain, batik produksinya juga berupa pakaian siap pakai. Umbuk menyebutkan selama ini batiknya sudah dipasarkan ke berbagai daerah seperti Jakarta, Samarinda, dan Bandung. Namun, pasar lokal Kulonprogo dianggap berpotensi besar untuk menyelamatkan penjualan di akhir tahun.
Sesuai arahan pemerintah, batik yang laris di Kulonprogo biasanya bermotif geblek renteng. Keberadaan batk printing asal Cina sendiri menurutnya bukan merupakan ancaman karena asyarakat cukup setia dengan batik lokal. “Kami juga banyak menyediakan yang berwarna cerah untuk peminat dari usia muda,”terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menteri PKP Maruarar Sirait ungkap lonjakan KUR perumahan dan bedah rumah di Jogja. Permintaan meningkat drastis hingga 10 kali lipat.
Kejagung memastikan motor listrik dalam kasus korupsi MBG tidak disita. Penyidik hanya ambil sampel meski ada dugaan mark up.
KPK mengungkap kasus pemerasan izin tinggal WNA sejak 2022–2026. Wamen Silmy Karim dan sejumlah pejabat Imigrasi jadi tersangka.
Proyek PSEL Semarang Rp3 triliun diminati 85 investor. Sampah diolah jadi listrik, dorong ekonomi hijau dan investasi.
Kejagung terus menggeledah sejumlah lokasi terkait kasus korupsi program MBG 2025–2026 di BGN. Tiga mantan pejabat telah jadi tersangka.