UAD Bidik Kemandirian Finansial Lewat Bisnis Berbasis Kepakaran
UAD mendorong unit bisnis berbasis pengetahuan untuk memperkuat kemandirian finansial dan membangun endowment fund atau dana abadi.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Anak-anak bermain sepakbola di halaman Magangan, Keraton Ngayogyakarta, Yogyakarta, Kamis (01/01/2015). Mereka memanfaatkan ruang terbuka di dalam kompleks Keraton untuk bermain seiring mulai sedikitnya tanah lapang di kawasan perkampungan di perkotaan. Sebagian anak-anak ini tinggal cukup jauh dari tempat mereka bermain.
Tanah Kraton Jogja masih diinventarisasi
Harianjogja.com, JOGJA - Kekancingan palsu terkait hak pakai tanah Kasultanan beredar di tengah masyarakat. Kraton Jogja menemukan ada dua kekancingan palsu.
Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY menyatakan, inventarisasi tanah kasultanan dan kadipaten yang saat ini masih berlangsung memungkinkan dapat mengungkap kekancingan yang dimiliki seseorang palsu atau tidaknya.
Terungkapnya peredaran kekancingan palsu itu disampaikan oleh Penghageng Kawedanan Hageng Panitra Puro Kraton Ngayogyakarta GKR Condrokirono dalam rangka mendengar masukan terkait Raperdais pengelolaan dan pemanfaatan tanah Kasultanan dan Kadipaten di DPRD DIY, Senin (28/11/2016).
"Nyuwun tulong [minta tolong] disebarluaskan, karena ada beberapa kekancingan yang ditandatangani Gusti Hadi [KGPH Hadiwinoto] itu juga dipalsukan, jadi kira-kira kalau misal curiga monggo [silahkan] cek ke Panitikismo atau ke saya di Panitra Puro, kami akan terima dengan baik," ungkapnya dalam acara tersebut.
Menurut Condrokirono, pihaknya menemukan dua kekancingan palsu sesuai dengan laporan masyarakat. Pelaku sengaja memalsukan kekancingan itu dengan melakukan scan tandatangan KGPH Hadiwinoto sehingga seolah-olah asli tetapi sebenarnya palsu. Akantetapi, ia enggan menjelaskan detail lokasi tanah dengan kekancingan palsu tersebut.
"Saya menemukan di kabupaten, saya tidak akan memberitahu di kabupaten mana. Benar sepertinya ditandatangani Gusti Hadi, dari Panitikismo, tetapi saat dikroscek itu lain jadi tandatangan discan itu lho," ujarnya.
Ia menegaskan, tidak ada kekancingan lain yang sah selain dikeluarkan oleh Panitikismo dengan tandatangan KGPH Hadiwinoto. Pihaknya mengakui, memang ada beberapa oknum yang menyatakan diri sebagai ahli waris atau memiliki hak atas tanah Kasultanan untuk suatu pengelolaan, Condrokirono menegaskan itu tidak benar.
Namun ia enggan menyampaikan identitas oknum tersebut. Secara struktural, kata dia, Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, masalah pertanahan hanya ada di Panitikismo. Jika masyarakat pengguna menemukan sertifikat kekancingan itu berbeda diminta segera melapor agar bisa ditindaklanjuti.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY Hananto menambahkan, kekancingan yang palsu tersebut secara otomatis akan dicoret. Dengan adanya inventarisasi tanah Kasultanan dan Kadipaten, berpotensi dapat mengungkap kemungkinan adanya kekancingan palsu lagi. "Data awal dari kami, yang pirso [palsu atau tidak] kan pihak Kraton. Dengan identifikasi, verifikasi, inventarisasi yang saat ini berlangsung, nanti perlahan akan mengungkap itu [kekancingan palsu]," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UAD mendorong unit bisnis berbasis pengetahuan untuk memperkuat kemandirian finansial dan membangun endowment fund atau dana abadi.
Tol Jogja-Solo ruas Purwomartani-Maguwoharjo mulai menyentuh Ring Road Utara. Separator 1,5 km dibongkar untuk struktur tol elevated.
367.064 penerima bansos Jateng terindikasi judol. Sebanyak 12.226 warga menjalani proses sanggah dan data masih terus diperbarui.
HUD Institute menilai KPR subsidi tenor 40 tahun berisiko membebani MBR. Subsidi DP dan bunga 3% dinilai lebih membantu.
Prabowo menyebut Indonesia kini mampu meningkatkan kontribusi terhadap ketahanan pangan dunia dan mendorong industrialisasi bersama negara BRICS.
Kelok 23 Kretek–Girijati mulai uji coba 14 September 2026. Simak jam operasional dan jenis kendaraan yang boleh melintas.