BANDARA KULONPROGO : Relokasi Sekolah Tergantung Lokasi Orang Tua Murid

Sekar Langit Nariswari
Sekar Langit Nariswari Kamis, 08 Desember 2016 07:20 WIB
BANDARA KULONPROGO : Relokasi Sekolah Tergantung Lokasi Orang Tua Murid

Sejumlah warga melengkapi berkas kepemilikan lahan dan melakukan kroscek terhadap hasil pendataan lahan calon lokasi bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) oleh Satgas B di Balai Desa Glagah, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Jumat (8/1/2016). (Rima Sekarani/Harian Jogja)

Bandara Kulonprogo untuk proses relokasi fasilitas umum menjadi perhatian.

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Relokasi institusi pendidikan yang terdampak pembangunan bandara Temon masih akan menunggu data kependudukan orang tua murid. Penanganan dilakukan dengan pertimbangan kemudahan bagi siswa sekolah terdampak untuk melanjutkan pendidikannya.

Kepala Dinas Pendidikan Kulonporogo, Sumarsana mengatakan terdapat satu sekolah yang masuk dalam wilayah terdampak bandara yakni SDN 3 Glagah. Meski dipastikan akan direlokasi namun pemindahan tersebut belum akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Masih menunggu persentase terbesar orang tua murid pindah ke mana,”ujarnya pada Rabu (7/12/2016).

Sekolah tersebut dihuni oleh 120 siswa darii 6 kelas serta 9 guru dan kepala sekolah.

Menurut dia, daerah yang paling banyak dihuni wali siswa yang sekolahnya terdampak tersebut akan menjadi lokasi sekolah yang baru. Sumarsana juga menyebutkan kemungkinan tidak semua orang tua murid terdampak bandara dan direlokasi. Karena itu, segala keputusan terkait hal itu masih harus menunggu data tersebut.

(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/12/02/bandara-kulonprogo-pelaku-wisata-dijanjikan-pindah-dekat-rest-area-tapi-773473">BANDARA KULONPROGO : Pelaku Wisata Dijanjikan Pindah Dekat Rest Area, Tapi …)

Jika tidak ada daerah yang dominan dan orang tua murid pindah ke lokasi yang berpencar, Sumarsana menyebutkan tidak menutup kemungkinan jika tidak diperlukan pembangunan bangunan pengganti. Dana ganti rugi bisa dialokasikan untuk perbaikan sekolah yang membutuhkan sedangan siswa dan gurunya digabung ke sekolah lainnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis