Memetri Kaistimewan DIY Digelar di Bantul, Ada Aksi Donor Darah Loh!
Memetri Kaistimewan DIY digelar di Lapangan Paseban Bantul, Sabtu 15 Agustus 2026. Ada senam, donor darah, jathilan, workshop hingga pertunjukan tari kolosal.
Ilustrasi protes kekerasan terhadap anak (Dok/JIBI/Solopos/Antara)
Kekerasan Sleman yang dilakukan anak terjadi karena orang tua kurang memberikan perhatian
Harianjogja.com, SLEMAN -- Fenomena klitih atau kekerasan di jalanan perlu ditemukan akar masalahnya. Tindak kriminal yang melibatkan anak-anak usia sekolah tersebut salah satunya disebabkan perhatian orang tua dinilai kurang maksimal.
(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/12/14/kekerasan-sleman-klitih-akibat-anak-tak-puas-sikap-orang-tua-776288">KEKERASAN SLEMAN : Klitih akibat Anak Tak Puas Sikap Orang Tua)
Menurut Psikolog UPT Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sleman, Nurtika Ulfah , orangtua mulai saat ini harus mengubah pola komunikasi dengan anak. Meski begitu, katanya, penanggulangan kasus klitih bukan semata-mata dibebankan kepada orangtua namun menjadi tanggungjawab bersama. Termasuk orangtua, sekolah, petugas keamanan, maupun masyaraat.
"Kebijakan difersi atau pengembalian anak pelaku klitih kepada keluarga belum tentu menjadi solusi yang tepat," ujarnya, Selasa (13/12/2016)
(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/12/14/kekerasan-sleman-klitih-akibat-anak-tak-puas-sikap-orang-tua-776288">KEKERASAN SLEMAN : Klitih akibat Anak Tak Puas Sikap Orang Tua)
Alasannya, difersi yang dilakukan tanpa pertimbangan yang matang bisa menimbulkan masalah baru atau masalah yang diinginkan tidak akan selesai. Baginya, proses difersi hanya bisa dilakukan jika pondasi keluarga anak tersebut kuat. Kalau keluarganya belum kuat ini justru jadi masalah.
"Difersi hanya bisa dilakukan satu kali. Tidak berlaku bagi kejahatan yang hukumannya lebih dari tujuh tahun dan mengancam nyawa orang lain," jelasnya.
Sekadar diketahui, fenomena klitih yang melibatkan anak-anak akhir-akhir ini sering terjadi. Kasus klitih di Sleman misalnya terjadi di Jalan Kapten Haryadi, Lojajar, Sariharjo, Ngaglik (4/11/2016). Namun demikian, para pelaku sudah ditangkap beberapa hari lalu (2/12/2016).
Kanit Reskrim Polsek Ngaglik, Iptu Made Suhendra menjelaskan, satu di antara pelaku merupakan residivis terkait tindak kejahatan yang sama. Sedangkan dua lainnya merupakan pasangan kekasih.
"Saat melakukan aksi klitih, si perempuan membantu pacarnya. Dia membawakan senjata tajam,” kata Made.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Memetri Kaistimewan DIY digelar di Lapangan Paseban Bantul, Sabtu 15 Agustus 2026. Ada senam, donor darah, jathilan, workshop hingga pertunjukan tari kolosal.
Kabupaten Sleman masih kekurangan ratusan tenaga kesehatan. Dinkes mempercepat rekrutmen BLUD yang kini memasuki tahap CBT sembari menunggu formasi ASN dari Kem
Liverpool resmi menggandeng Turkish Airlines sebagai sponsor utama jersei mulai musim 2027/2028. Nilai kontraknya disebut menjadi yang terbesar dalam sejarah Pr
Boy Thohir memperluas investasi ke MGLV yang bergerak di data center dan AI. Simak kepemilikan dan arah ekspansi bisnisnya.
Geely Panda Mini Karting Edition resmi meluncur di China dengan harga sekitar Rp115 juta. Mobil listrik mungil ini memakai baterai CATL dan mampu menempuh jarak
Warga Semin berburu emas di Kali Oya yang mengering saat kemarau. Aktivitas ini menjadi pekerjaan sampingan bagi petani yang kesulitan air.