Jadwal SIM Keliling Kulonprogo 11 Juli 2026, Ini Lokasinya
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Kegiatan sosialisasi Peningkatan Kepatuhan Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Rumah Makan Pring Sewu, Kamis (8/12/2016). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)
BPJS Ketenagakerjaan, layanan kecelakaan kerja diperluas.
Harianjogja.com, SLEMAN- Pekerja yang mengalami kecelakaan kerja, dapat langsung ditangani oleh pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Langkah tersebut dilakukan sebagai pertolongan pertama agar penanganan kecelakaan kerja dapat segera dilakuka
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan DIY Moch. Triyono mengatakan, kebijakan tersebut untuk memperluas pelayanan kesehatan bagi pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami kecelakaan kerja.
“Jika terjadi kecelakaan kerja, Puskesmas bisa langsung melayaninya. Kami bekerjasama dengan 25 Puskesmas di Sleman, ini yang kedua setelah Bantul di 18 Puskesmas,” katanya kepada Harianjogja.com, Senin (19/12/2016)
Menurutnya, penanangan kecelakaan di Puskesmas tidak ada perbedaan dengan di rumah sakit. Pekerja yang mengalami kecelakaan kerja mendapat perawatan kelas satu tanpa dibatasi biaya. Jika Puskesmas tidak bisa menangani dan membutuhkan penanganan lanjutan, lanjut Tri, pekerja bisa dirujuk ke rumah sakit.
“Fungsi penanganan kecelakaan kerja di Puskesmas adalah pertolongan pertama. Kalau tidak mampu, Puskesmas bisa merujuk ke rumah sakit,” tandasnya.
Tri menjelaskan, kebijakan tersebut untuk meningkatkan pelayanan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kewenangan tersebut, katanya, tidak akan tumpang tindih dengan BPJS Kesehatan.
“Kami akan selalu berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan terkait benafit yang diberikan. Kalau memang kecelakaan kerja, kami yang menangani. Demikian sebaliknya. Semua berjalan sesuai standar operasional prosedur,” tukasnya,
Hingga kini, lanjut Tri, jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan di wilayah DIY mencapai 202.000 peserta aktif dari 5.500 perusahan. Jumlah tersebut, termasuk peserta informal di mana jumlanya mencapai 16.000 peserta. Pihaknya akan terus meningkatkan kepesertaan demi melindungi pekerja dan masyarakat dari potensi kecelakaan kerja.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sleman Mafilindati Nuraini mengatakan, seluruh Puskemas di Sleman saat ini sudah terakreditasi. Hal itu menunjukkan jika Dinkes siap bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk menangani pasien BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami kecelakaan kerja dapat ditangani di Puskesmas. Apalagi dari 25 Puskesmas yang ada, lima di antaranya yakni Puskesmas Kalasan, Ngemplak 1, Sleman, Mlati 2 dan Minggir melayani rawat inap, ibu hamil dan melahirkan.
“Kami akan terus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Mafilinda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Jadwal SIM Keliling Sleman Kamis 23 Juli 2026 digelar di Sleman City Hall. Simak lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
DPAD DIY dan DPRD DIY menggelar bedah buku di Sleman untuk memperkuat karakter anak, meningkatkan literasi, dan mencegah kenakalan remaja.
Akademisi UMY menilai fenomena bangku kosong SPMB 2026 dipicu faktor demografi dan mutu pendidikan, bukan sekadar popularitas sekolah.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku Anakku Terhebat di Sleman untuk membekali orang tua menghadapi tantangan pola asuh di era digital.
Kejagung menjelaskan alasan Febrie Adriansyah tidak mengenakan rompi tahanan usai ditetapkan sebagai tersangka dugaan TPPU.