Jembatan Kretek Dua Bakal Diimbangi Pengembangan Wisata
Personil BPBD Kulonprogo melakukan pemeriksaan terhadap unit EWS di Karangwuni, Wates pada Senin (26/12/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)
Mitigasi bencana berupa EWS ada yang mengalami kerusakan.
Harianjogja.com, KULONPROGO -- Setidaknya, dua unit Early Warning System (EWS) tsunami yang berada di daerah pesisir Kulonprogo ditemukan tidak berfungsi dengan baik. Keduanya merupakan unit EWS yang berada di Pantai Bugel, Panjatan dan Desa Banaran, Galur.
Menurut Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kulonprogo, Sunardi, kerusakan pada unit EWS kemungkinan disebabkan pengaruh terpaan angin laut. Kandungan garam dalam angin mengakibatkan unit gampang korosi dan penjamuran sehingga berpengaruh pada performa alat. Perbaikan yang dilakukan akan melalui penganggaran oleh BPBD.
Hapy Eko Nugroho, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kulonprogo menjelaskan terdapat 8 EWS tsunami di wilayah pantai di seluruh Kulonprogo. Selain itu, adapula 71 EWS manual di sejumlah lokasi rawan longsor di Kulonprogo. Jumlah ini akan ditambah lagi dengan sekitar 20 unit EWS manual yang akan diberikan pada tahun 2017.
EWS baru ini merupakan pengadaan dari pemerintah provinsi DIY untuk sejumlah daerah longsor. Hapi mengetakan pengadaan EWS ini menjadi upaya pemerintah untuk menekan angka korban bencana alam yang marak terjadi di Kulonprogo
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah memastikan pemulangan sembilan WNI relawan Gaza usai dibebaskan dari penahanan Israel dan tiba di Turkiye.
Alex Marquez resmi absen di MotoGP Italia dan Hungaria 2026 usai mengalami cedera patah tulang selangka dan vertebra saat balapan di Catalunya.
Cristiano Ronaldo membawa Al Nassr juara Liga Arab Saudi usai mencetak dua gol saat menang 4-1 atas Damac.
Sultan HB X ingin RTH eks Parkir ABA Jogja jadi taman bunga nyaman, bukan hutan kota. Penataan dimulai dengan anggaran 2026.
Harga emas perhiasan hari ini 22 Mei 2026 naik, buyback tertinggi tembus Rp2,47 juta per gram.