IHSG Hari Ini Dibuka Melemah, Saham BBCA, BREN, dan BBRI Tekan Indeks
IHSG hari ini dibuka melemah ke level 5.884,96 dipicu tekanan saham BBCA, BREN, dan BBRI. Investor masih menanti sentimen ekonomi dan arus modal asing.
Aksi diam bentuk solidaritas pelajar di Tugu Jogja, yang tergabung dalam Aliansi Pelajar Jogja atas peristiwa klitih dan kekerasan antar pelajar yang terjadi beberapa waktu lalu, Minggu (18/12/2016). ( Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja)
Kenakalan remaja yang memawa sajam diproses secara hukum
Harianjogja.com, SLEMAN -- Proses hukum dua pelaku klithih dari 11 pelaku yang berhasil diamankan petugas kepolisian Sektor Bulaksumur berlanjut. Satu pelaku klithih bernama Ardi, 19, warga Pakem pemilik tongkat bisbol yang dimodifikasi dengan besi serta YDS, 16, warga Ngaglik pemilik gir yang memodifikasi tali terancam akan dijerat undang undang darurat.
Baca Juga :http://www.solopos.com/2016/12/28/kenakalan-remaja-proses-hukum-pelaku-klithih-berlanjut-780243"> KENAKALAN REMAJA : Proses Hukum Pelaku Klithih Berlanjut dari 11 Pelaku
Kapolsek Bulaksumur Kompol Suhardi menyampaikan dua dari 11 orang tersebut terbukti membawa senjata yang dimodifikasi. Meski belum memakan korban, keduanya terancam pasal 2 ayat 1UU Darurat no 12/1951atas dugaan membawa senjata penikam atau senjata penusuk dengan ancaman pidana penjara maksimal sepuluh tahun.
Sementara bagi sembilan pelaku lainnya yang sudah dilakukan penahanan selama 1x24 jam saat ini sudah dipulangkan. Sebelum dilepas dengan dijemput oleh orang tua mereka harus membuat surat pernyataan serta mendapatkan arahan dari binmas, kemudian bagi pelaku yang masih berstatus pelajar dibuatkan pula surat kepada pihak sekolah supaya mendapatkan pengawasan saat anak berada di lingkungan sekolah.
" Untuk barang bukti senjata dan sepeda motor masih diamankan di Mapolsek," ujar Kapolsek.
Sebelumnya 11 remaja tersebut ditangkap petugas saat hendak melakukan aksi klithih di daerah Manggungsari, Depok, Sleman, Selasa (27/12/2016) dinihari pukul 02.00WIB. Penangkapan para pelaku berawal dari laporan warga sekitar.
Warga yang resah dan curiga melihat gerombolan karena beberapa anak terlihat sudah mondar-mandir melewati jalanan sekitar rumah warga segera melaporkan kejadian kepada petugas.
"Mendapat laporan dari warga kami segera menindak dengan mendatangi lokasi. Sebelumnya kami berkordinasi dengan warga untuk mengepung para pelaku," katanya
Kepada penyidik, pelaku menyebut aksi klithih yang mereka lakukan merupakan aksi balas dendam dari pelaku lainnya yang pernah menjadi korban. Dari keterangan mereka, salah satu temannya pernah menjadi korban klithih di daerah pakem. Dari penelusurusan gerombolan tersebut diketahui, pelaku yang menyerang di Pakem adalah warga Prambanan.
"Mereka akan balas dendam kesana daerah Prambanan, tapi sebelum berangkat mereka kami tangkap,"tegas Suhardi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IHSG hari ini dibuka melemah ke level 5.884,96 dipicu tekanan saham BBCA, BREN, dan BBRI. Investor masih menanti sentimen ekonomi dan arus modal asing.
Bocah 8 tahun terseret ombak di Pantai Goa Cemara Bantul, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian hingga Minggu sore.
Koperasi Desa Merah Putih di DIY mulai memetakan kebutuhan bahan baku MBG bersama SPPG untuk memperkuat pasokan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
5 operasi tak ditanggung BPJS Kesehatan 2026: kecelakaan, kosmetik, luar negeri, dan lainnya. Simak 19 operasi yang dijamin dan syarat klaimnya.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 18 SMP swasta yang tidak mendapatkan murid dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026-2027.
Protes kebijakan E20 di India meluas! Pengendara keluhkan mesin rusak dan BBM boros. Pemerintah sebut ini eksperimen, oposisi minta evaluasi.