STNK & BPKB : Salah Kaprah, Antrean Pembayaran Pajak Kendaraan Mengular

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Kamis, 05 Januari 2017 14:01 WIB
STNK & BPKB : Salah Kaprah, Antrean Pembayaran Pajak Kendaraan Mengular

Petugas memperlihatkan barang bukti BPKB palsu yang diamankan dari tangan enam orang pelaku pemalsuan BPKB dan STNK palsu di Markas Kepolisian Sektor Kota Astana Anyar, Jalan Astana Anyar Bandung, Jawa Barat, Kamis (16/2). Komplotan pelaku pemalsuan ini mengaku telah membuat 900 STNK dan BPKB palsu pada mobil mewah. Dan kini mobil bodong tersebut sudah beredar di pasaran dan mayoritas berplat nomor B.

STNK & BPKB baru mengalami kenaikan biaya

Harianjogja.com, SLEMAN -- Rencana kenaikan biaya pengurusan kendaraan bermotor yang dimulai Jumat (6/1/2017) masih disalahpahami masyarakat.

Kepala BAUR STNK Samsat Sleman Aiptu Titik mengatakan, masyarakat salah memahami terkait rencana kenaikan tarif baru pengurusan kendaraan bermotor. Akibatnya, antrean masyarakat di kantor-kantor layanan, BPD DIY hingga pos layanan keliling membludak dalam beberapa hari terakhir.

"Banyak yang salah paham terkait aturan baru itu," kata Titik, Kamis (5/1/2017).

Dia menjelaskan, kenaikan biaya layanan kendaraan bermotor tersebut hanya untuk beberapa layanan saja. Tidak termasuk pembayaran pajak tahunan kendaraan bermotor melainkan biaya pengurusan surat-surat seperti STNK dan BPKB baru.

"Untuk pajak tahunan tidak ada kenaikan. Adapun untuk pengurusan perpanjangan STNK (pajak lima tahunan) ada kenaikan biaya," jelasnya.

Kesalahpahaman tersebut berdampak pada terjadinya lonjakan antrean di samsat dan tempat pembayaran pajak kendaraan bemotor. Beberapa warga yang mengurus mengaku panik medapat info rencana kenaikan.

"Katanya pajaknya mau naik besok. Jadi saya datang ke samsat," kata Hendro warga Tempel di samsat sleman.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online