Guru di Ponorogo Kecelakaan, Motornya Malah Dibawa Kabur Pencuri
Motor Honda Beat milik guru di Ponorogo dibawa kabur setelah kecelakaan. Polisi menangkap terduga pelaku di Kabupaten Kediri.
Pohon waru di samping Mapolsek Jogonalan Klaten, Rabu (12/11/2014) sore, tumbang akibat angin kencang. (Chrisna Canis Cara/JIBI/Solopos)
Cuaca ekstrem berupa angin kencang menyebabkan banyak pohon tumbang
Harianjogja.com, SLEMAN- Hujan lebat disertai angin kencang kembali menerjang wilayah Sleman. Jika Rabu (4/1/2017) bencana angin kencang hanya melanda wilayah Seyegan dan Tempel, peristiwa pada Kamis (5/1/2017) petang terjadi di sejumlah kecamatan.
Di wilayah Mlati, tepatnya di jalan Kebonagung dan Selatan Pasar Cebongan dua titik lokasi pohon tumbang. Pohon tumbang melintang di jalan itu menyebabkan akses warga baik yang ke arah maupun dari Polsek Cebongan sempat terputus. Antrean kendaraan sempat terjadi hampir satu jam lebih sebelum ditangani petugas BPBD, relawan dan warga.
Selain di Cebongan, pohon kelapa tumbang menimpa rumah di Dusun Tumut Sumberadi, Mlati. Beberapa pohon juga tumbang melintang di wilayah Pangukan, Sleman. Angin kencang juga merobohkan pohon jati berdiameter 30 cm. Tumbangnya pohon tersebut menimpa rumah salah seorang warga di Dusun Jowah Sidoluhur Godean. Belum dilaporkan adanya korban jiwa dan material akibat peristiwa itu.
Menurut Kepala BPBD Sleman Joko Supriyanto, bencana angin kencang yang terjadi Kamis (5/1/2017) sore tercatat di lebih 25 titik. Paling parah, katanya, terjadi di wilayah Seyegan dan Mlati.
"Kami masih melakukan inventarisasi. Malam ini saya langsung rapat bersama kepala desa dan para camat untuk mengantisipasi masalah ini," kata Joko saat dihubungi Kamis malam.
Saat bencana terjadi dan banyak laporan pohon yang tumbang, kata Joko, pihaknya langsung mengerahkan tim reaksi cepat penanganan bencana dan relawan. Mereka menangani pohon-pohon yang tumbang di jalanan agar akses jalan warga tidak terganggu. "Selain jalan, banyak pohon yang menimpa rumah warga," ujarnya.
Di sekitar Depok dan Ngaglik, beberapa baliho berukuran kecil juga terlihat rusak akibat tidak kuat menahan kencangnya angin. Selain itu, pohon tumbang juga terjadi di wilayah Godean. "Jumlah titik lokasi pohon tumbang akibat angin kencang sore ini (kemarin) lebih banyak dibandingkan sebelumnya," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan.
Menurut Makwan, selain Godean, Seyegan dan Mlati, beberapa pohon tumbang di Depok, Ngaglik dan Sleman. Pihaknya masih melakukan inventarisasi data kerusakan yang ditimbulkan akibat peristiwa itu. "Kami masih rapatkan dengan masing-masing camat. Yang jelas, proses evakuasi masih terus berjalan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Motor Honda Beat milik guru di Ponorogo dibawa kabur setelah kecelakaan. Polisi menangkap terduga pelaku di Kabupaten Kediri.
Cek delapan pengaturan ponsel sebelum liburan ke luar negeri, mulai dari roaming data, peta luring, hingga fitur pelacakan perangkat.
DPRD Bantul mendorong patroli intensif dan sinergi lintas OPD untuk mengantisipasi klitih serta memperkuat ketertiban masyarakat.
Pengajian kebangsaan Hari Santri Nasional 2026 mengajak santri dan masyarakat memperkuat persatuan, toleransi, serta kerukunan di Jogja.
Sejumlah pengguna iPhone Duo melaporkan layar lipat retak di sekitar engsel. Apple mengganti salah satu unit, tetapi penyebabnya belum diketahui.
Cinema Day digelar 27 Oktober 2026 dengan tiket bioskop reguler maksimal Rp25.000. Simak daftar jaringan peserta dan cara membeli tiketnya.