Harga Cabai Melambung, Inikah Penyebabnya?

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jum'at, 06 Januari 2017 20:20 WIB
Harga Cabai Melambung, Inikah Penyebabnya?

Pedagang sayuran di Pasar Beringharjo Timur, Sut, menjual cabai rawit dan cabai merah keriting di losnya, Senin (2/1/2017). Saat ini komoditas tersebut mengalami kenaikan harga. (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)

Harga cabai di Jogja melambung

Harianjogja.com, JOGJA-Petani cabai di DIY belum memasuki masa panen. Hal ini disebut-sebut menjadi penyebab naiknya harga cabai rawit sampai di level Rp100.000 per kilogram (kg).

Salah satu petani asal Bambanglipuro, Bantul, Zahrowi mengatakan, saat ini usia tanaman cabai baru menginjak satu bulan. Petani yang berminat menanam cabai juga berkurang banyak karena mereka lebih  berminat menanam padi untuk memanfaatkan hujan yang masih sering turun.

“Dari ribuan hektare, yang ditanami cabai nggak sampai satu hektare,” kata Zahrowi saat dihubungi Harianjogja.com, Jumat (6/1/2017).

Ia mengatakan, petani yang berani menanam padi saat ini hanyalah mereka yang berani berspekulasi dan memiliki modal besar. “Kalau tidak ada modal tidak berani nanam karena terlalu riskan,” tegasnya.

Ketiadaan cabai di tingkat petani membuat petani tidak bisa memasok kebutuhan untuk pasar. Akibatnya, pasokan yang ada di pasar sangat terbatas dan membuat harganya melambung tinggi. Menurutnya saat ini petani cabai sedang tidak berdaya memasok komoditas cabai untuk masyarakat.

Ia meminta pemerintah untuk menginisiasi penambahan pasokan cabai dari daerah penghasil cabai di dataran tinggi seperti Temanggung dan Magelang.

Hal tersebut penting dilakukan untuk membantu menekan harga cabai di pasaran. “Saat ini sangat terasa tinggi. Sudah STNK naik, BPKP naik, cabainya juga naik dan penghasilan menurun,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis