Polda DIY Tuduh Mahasiswa Demo Bawa Cairan Merica, Sema UGM: Itu Obat Maag
SEMA UGM membantah klaim Polda DIY soal spicy spray dalam aksi mahasiswa. Cairan disebut antasida untuk penanganan paparan gas air mata.
Foto: Ilustrasi internet
Cuaca esktrem juga terjadi di Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Puting beliung menerjang Desa Banyusoco pada Selasa (11/1/2017) sore.
Baca Juga : http://m.solopos.com/?p=783573">CUACA ESKTREM : Banyusoco Dihajar Puting Beliung
Angin menghajar pohon dan bangunan di Dusun Ketangi dan Dusun Banyusoco. Kepala Desa Banyusoco Sutiyono mengungkapkan, keganasan angin menumbangkan pepohonan di wilayahnya.
Saat kejadian, warga kata dia telah meminta bantuan pada petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul. Namun bantuan baru tiba pada malam harinya. Warga secara swadaya bergotong royong menyingkirkan pohon tumbang terutama yang menghalangi jalan.
“Kami sangat terbantu dari kepolisian ada yang membawa personel. Lainnya dikerjakan warga secara swadaya. Petugas dari kebencanaan datangnya justru terlambat,” imbuh dia, Selasa (11/1/2017).
Kejadian itu menimbulkan kerugian hingga ratusan juta rupiah. Kerugian paling besar terjadi pada bangunan kios. Untuk memperbaiki satu kios menurutnya tidak kurang biaya hingga Rp10 juta. Artinya butuh biaya hingga Rp100 juta untuk sepuluh kios yang rusak. Belum lagi kerugian yang dialami rumah warga, kandang ternak dan infrastruktur lain seperti tiang listrik yang patah. “Persisnya berapa, saya minta kepala dusun dan perangkat desa terkait untuk mendata kerugian. Yang jelas mencapai ratusan juta rupiah,” imbuh dia.
Selama ini menurut Sutiyono, kios yang rusak akibat bencana tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan bagi Desa Banyusoco. Kios milik Pemdes itu disewakan ke warga untuk membuka usaha seperti toko kelontong.
Manajer Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Gunungkidul Marno membenarkan bencana angin kencang melanda Banyusoco.
“Kejadian di Banyusoco kebanyakan pohon tumbang menutup akses jalan. Hampir semua RT ada pohon yang tumbang,” jelas Marno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SEMA UGM membantah klaim Polda DIY soal spicy spray dalam aksi mahasiswa. Cairan disebut antasida untuk penanganan paparan gas air mata.
Data desil bansos di Kulonprogo kerap berubah. Pendamping PKH menjelaskan mekanisme pemutakhiran data dan proses Musyawarah Kalurahan.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Senin 7 September 2026 tersedia ke sejumlah tujuan. Tarif promo YIA-Jogja Rp50.000 berlaku hingga September.
Raperda RTRW Gunungkidul disepakati DPRD dan bupati untuk ditetapkan menjadi perda. Regulasi baru diharapkan mendorong investasi yang taat aturan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 7 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jadwal lengkap Yogyakarta-Palur dan tarif KRL Rp8.000.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 7 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap dari pagi hingga malam.