Polri Geser Anggaran Rp3,6 Triliun untuk Pengamanan VVIP
Polri mengusulkan pergeseran anggaran Rp3,6 triliun pada 2027 untuk kebutuhan operasional, pengamanan VVIP, kerusuhan massa, dan bencana.
Kampus Jogja UGM berusaha meningkatkan kualitas pendidikan.
Harianjogja.com, JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) berkomitmen meningkatkan kualitas bertaraf dunia pada 2017 ini. Mendatangkan dosen tamu dari universitas terkemuka di dunia untuk mengajar atau melakukan penelitian bersama UGM dalam jangka waktu tertentu menjadi cara mewujudkan obsesi itu.
“Exchange [pertukaran] dosen itu merupakan sesuatu hal yang sangat menarik karena dengan demikian kita tahu apa yang menjadi tren ilmu pengetahuan di luar negeri dan kemudian kita bisa melihat apa yang bisa kita manfaatkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia,” ujar Wakil Rektor UGM Bidang Sumber Daya Manusia dan Aset Prof. Dr. Budi Santoso Wignyosukarto di Gedung Pusat, Kamis (12/1/2017).
Menurut data dari Kantor Jaminan Mutu UGM, ia menyebut saat ini terdapat 310 dosen asing yang memberikan jasa mereka bagi UGM baik dalam bidang pendidikan maupun penelitian. Mereka hadir di UGM melalui berbagai skema, misalnya melalui program double degree, exchange, kerja sama riset antarperguruan tinggi, atau sebagai bentuk sabbatical leave. Seiring semakin meningkatnya kerja sama yang dilakukan UGM dengan berbagai institusi, kemungkinan adanya penambahan jumlah dosen asing pun semakin besar.
“Kita mempunyai program teaching industry dan pusat-pusat unggulan riset, maka saat ini kerja sama riset dengan perguruan tinggi dan industri di luar negeri semakin maju. Jadi, kita bisa mempunyai dosen asing yang lebih banyak ke UGM,” imbuhnya.
Pada kesempatan itu, Budi menekankan dosen asing yang mengajar atau meneliti di UGM saat ini dan akan dihadirkan di waktu mendatang bukanlah dosen permanen yang direkrut dan digaji sendiri oleh UGM. Mereka hanya diundang melalui berbagai bentuk kerja sama yang telah ia sebutkan sebelumnya.
“Sebetulnya dosen-dosen asing yang kita ingin undang itu adalah seperti yang sudah terjadi beberapa saat ini. Tidak kemudian mengundang dosen asing menjadi dosen permanen di UGM. Kita memanfaatkan kerja sama-kerja sama yang dilakukan yang memang banyak sekali,” urainya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Wakil Rektor UGM Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. dr. Iwan Dwiprahasto, Ia menjelaskan meningkatnya jumlah dosen asing ini lebih banyak dari hasil riset dan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di luar negeri. Iwan juga menepis isu UGM akan merekrut banyak dosen asing pada tahun ini.
“Tidak merekrut. Dari mana UGM akan membayar gaji mereka? Jadi, para dosen asing itu yang membiayai ya para mitra UGM itu sendiri,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polri mengusulkan pergeseran anggaran Rp3,6 triliun pada 2027 untuk kebutuhan operasional, pengamanan VVIP, kerusuhan massa, dan bencana.
Gree meluncurkan empat produk AC baru untuk segmen hunian hingga komersial, termasuk AC inverter dan sistem VRF modular GMV9 FLEX.
PLN menegaskan rencana pengeboran PLTP Gunung Ungaran tidak berada di kawasan Candi Gedong Songo dan masih dalam tahap studi kelayakan
Sebanyak 192 ASN Gunungkidul menunggak iuran BPJS Kesehatan. Sebanyak 96 pegawai sudah melunasi, sementara lainnya mencicil tunggakan.
Penerbangan terganggu erupsi Anak Krakatau, Persebaya memilih perjalanan darat dan laut dari Lampung ke Surabaya melalui Bakauheni-Merak.
Pemkab Kulonprogo mengusulkan pembangunan rumah sakit baru di wilayah utara yang ditargetkan beroperasi 2028 untuk melayani lima kapanewon.