INFRASTRUKTUR GUNUNGKIDUL : Dalam Sehari, 7 Kecelakaan Terjadi di Jalan Bunder

Irwan A Syambudi
Irwan A Syambudi Jum'at, 20 Januari 2017 11:55 WIB
INFRASTRUKTUR GUNUNGKIDUL : Dalam Sehari, 7 Kecelakaan Terjadi di Jalan Bunder

Infrastruktur di Dusun Bunder berupa jalan dikeluhkan warga karena rusak

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Geram lantaran jalan sering mengakibatkan kecelakaan, warga Dusun Bunder, Desa Bunder, Kecamatan Patuk, Gunungkidul menanam pohon pisang di Jalan Jogja-Wonosari. Akibat jalan berlubang  itu, dalam sepekan terakhir belasan penguna jalan alami kecelakaan.

“Tiga hari yang lalu dalam sehari ada tujuh orang yang kecelakaan, terus tadi pagi juga ada anak sekolah yang jatuh juga [akibat jalan berlubang],” kata warga Dusun Bunder, Antony, Kamis (19/1/2017).

Banyaknya kecelakaan membuat dia bersama dengan warga lain kemudian menanami pohon pisang di jalan yang berlubang, tepatnya di kilometer 29, Jalan Jogja-Wonosari, Dusun Bunder.

Menurutnya sudah sejak sekitar satu bulan terakhir, jalan yang berlubang tersebut belum juga dibenahi oleh pemerintah. Padahal selama sepekan terakhir telah menimbulkan banyak korban. Terbaru, lantaran terperosok di lubang jalan tersebut, seorang perempuan pengendara motor mengalami patah tulang kaki.

“Ini kan jalur rame, apalagi pas waktu pagi sekitar pukul 07.00 WIB jam berangkat sekolah itu sering terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Dia menyebut kebanyakan yang menjadi korban kecelakaan adalah siswa yang hendak pergi ke sekolah ataupun saat siang hari saat pulang sekolah.

Sementara itu warga lainya, Tri Handoko juga membenarkan bahwa lubang jalan tersebut telah mengakibatkan banyak kecelakaan. Kamis (19/1/2017) pagi saja kata dia terdapat empat orang mengalami kecelakaan, meskipun kebanyakan hanya mengalami lecet saja namun dia nilai sangat membahayakan. Pasalnya ketika jalan ramai bisa saja kecelakaan dapat melibatkan kendaraan yang berasal dari arus berlawanan.

Dia menambahkan kala hujan tiba kecelakaaan semakin sering terjadi, pasalnya saat hujan, lubang menjadi tergenang air. Pengguna jalan kata dia sering tidak dapat melihat lubang yang memiliki kedalaman sekitar 50 centimeter dan lebar dua meter tersebut. Sehingga sering kali pengguna jalan terperosok.

Dengan ditanami pohon pisang, dia bersama waraga lainya berharap supaya pemerintah lekas membenahi jalan yang berlubang. Selain itu pohon pisang itu menurutnya juga sebagai rambu-rambu bagi pengguna jalan agar menghindari jalan yang berlubang tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online