Wayang Kulit Semalam Suntuk, Ada Pesan Damai dan Kepedulian untuk NTT
InJourney Destination Management menggelar wayang kulit semalam suntuk di Sleman dengan lakon Wahyu Katentreman. Pagelaran gratis dan libatkan UMKM lokal.
ilustrasi haji (JIBI/Solopos/Dok.)
Haji 2017, untuk Sleman ada prioritas kuota
Harianjogja.com, SLEMAN -- Rencana penambahan kuota jemaah haji asal Sleman tahun ini diprioritaskan salah satunya untuk lanjut usia (lansia). Kepastian kuota tambahan untuk sampai saat ini masih menunggu surat resmi dari Kementerian Agama.
Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Sleman, Zainal Abidin mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima surat resmi dari pusat terkait besaran jumlah penambahan kuota. Meski begitu, dia memperkirakan jika tambahan kuota tidak berbeda dengan kuota haji sebelum ada kebijakan pemangkasan 20%.
"Tambahan kuota rencananya tahun ini. Sebenarnya bukan tambahan kuota, tetapi kuota haji sebelumnya dikembalikan," terangnya, Sabtu (21/1/2017).
Menurut Zainal, sebelum pemotongan kuota jemaah haji karena adanya renovasi dan perluasan Masjidil Haram, kuota jemaah haji asal Sleman sekitar 1200 orang. Setelah terjadi pemangkasan kuota, jumlah jemaah haji menjadi sekitar 994 orang.
"Tambahannya ya sekitar 205-206 orang. Itu artinya kuota bisa kembali normal," katanya.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor Kemenag Sleman Silvia Rosetta menerangkan, tambahan kuota haji akan diberikan sesuai daftar tunggu masing-masing calon jemaah haji. Hanya saja, lanjut dia, ada beberapa kriteria calon yang diprioritaskan untuk masuk dalam daftar tambahan kuota.
"Yang akan masuk dalam daftar tambahan kuota itu yang belum pernah menunaikan ibadah haji," katanya.
Selain pertimbangan tersebut, Kemenag juga akan melihat sisi usia calon jemaah yang akan didaftarkan dalam kuota tambahan. Seperti lansia mininal berusia 75 tahun dan juga penggabungan suami istri. Pihaknya sudah menyiapkan data-data kuota tambahan bagi calon jemaah haji.
"Yang jelas, kami akan melakukan proses penambahan calon haji dalam kuota tambahan sesuai prinsip keadilan dan proposional," katanya.
Terkait persiapan haji tahun ini, Kemenag hingga kini belum melakukan kegiatan resmi bagi calon jemaah haji yang berangkat tahun ini.
Kegiatan yang segera dilakukan dalam waktu dekat hanya sosialisasi pembuatan paspor dari Kantor Imigrasi.
"Pembuatan paspor jemaah haji dilakukan secara kolektif. Bagi yang sudah punya nanti akan didata apakah masih dapat digunakan atau tidak," ujar Silvia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
InJourney Destination Management menggelar wayang kulit semalam suntuk di Sleman dengan lakon Wahyu Katentreman. Pagelaran gratis dan libatkan UMKM lokal.
Polisi mengamankan dua pelajar yang terlibat perkelahian dengan celurit di Jalan Solo-Semarang, Ampel, Boyolali.
KAI menambah 3 perjalanan KA menuju Jakarta dari Jogja, Malang, dan Semarang serta meningkatkan kapasitas KA Anggrek dan Gumarang.
AirNav memperpanjang penutupan tiga bandara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 6 September 2026.
Pemerintah menyiapkan Rp40 triliun untuk membayar angsuran dan bunga Kopdes yang jatuh tempo 27-28 September 2026.
BMKG memantau sebaran abu vulkanik Anak Krakatau hingga 50.000 kaki yang berdampak pada empat bandara dan keselamatan penerbangan.