Tabungan Simpeda Capai Rp75 Triliun, BPD Perkuat Layanan Digital
Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia bertemu di malam puncak Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Tahun XXXVII-2026
Waspada antraks sempat membuat penurunan penjualan daging sapi
Harianjogja.com, BANTUL--Sempat mengalami penurunan akibat isu penyakit antrax, permintaan terhadap daging sapi kembali normal.
Penurunan permintaan daging sapi, diakui Kepala Persatuan Pengusaha Daging Sapi (PPDS) Segoroyoso Ilham Ahmadi. Kepada wartawan, Senin (23/1/2017) siang, dirinya mengakui permintaan konsumen memang sempat menurun.
Ia memperkirakan, hal itu disebabkan munculnya ketakutan masyarakat terhadap beredarnya daging sapi yang terjangkit virus tersebut.
“Jika biasanya masing-masing peternak kami menyembelih 3-4 ekor per hari, saat beredarnya isu [antrax] itu, penyembelihan hanya 1-2 ekor saja,” katanya.
Meski begitu, ia pun tak berani menjamin penurunan itu sepenuhnya disebabkan oleh isu virus antrax tersebut. Menurutnya, hari pasaran juga bisa jadi pemicu sepinya permintaan. “Tapi sekarang sudah normal,” katanya.
Ditegaskannya, munculnya isu daging terjangkit antrax itu merupakan muara dari lemahnya pengawasan pemerintah. Pasalnya, sapi yang terjangkit virus, kemungkinan besar akan mati sebelum dipotong.
Itulah sebabnya, jika memang ada daging sapi dengan virus anthrax beredar di pasaran, hampir bisa dipastikan jika daging itu berasal dari rumah pemotongan yang ilegal. “Karena kalau RPH legal, pasti dicek dulu,” ujarnya.
Sementara Slamet, salah satu pedagang daging sapi di Pasar Bantul membenarkan adanya penurunan permintaan tersebut. Bahkan, ia mengaku penurunan itu sudah terjadi sejak dua pekan lalu.
Oleh karena itulah, ia menduga penurunan itu tak hanya dipicu oleh beredarnya isu antrax saja. Namun terus menurunnya harga daging ayam dinilainya juga turut menyebabkan konsumen banyak kembali ke daging ayam.
Slamet menambahkan, penurunan itu terbilang cukup drastis. Jika sebelumnya, dirinya sanggup menjual daging sapi hingga 30 kilogram, kini daging sapi yang terjual tak lebih dari 10 kilogram. “Lha ini saya stok 10 kilogram saja, belum habis hingga siang begini,” keluhnya.
Dari pantauan Harianjogja.com di pasar, harga daging ayam kini telah mengalami peenurunan hingga mencapai Rp30.000 per kilogram. Sedangkan harga daging sapi saat ini mencapai angka Rp115.000 per kilogram.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hujan deras dan kabut menunda MotoGP Australia 2026 di Phillip Island. Veda Pratama dijadwalkan start terdepan di kelas Moto3.
Kemenkes mencatat 109,3 juta peserta Cek Kesehatan Gratis, 21 RSUD baru beroperasi, dan estimasi insiden TB turun pada 2026.
Arab Saudi mencegat rudal Houthi yang menyasar Mekkah dan Madinah. Kemenhaj menyebut ibadah umrah WNI masih berjalan lancar dan aman.
DPRD Sleman memprioritaskan perbaikan sekolah rusak berat untuk melindungi siswa dan guru melalui anggaran APBD serta dukungan CSR
Kimi Antonelli merebut pole position GP Amerika Serikat 2026 di Austin dengan waktu 1 menit 34,035 detik, mengungguli Max Verstappen dan Isack Hadjar.