Wayang Kulit Semalam Suntuk, Ada Pesan Damai dan Kepedulian untuk NTT
InJourney Destination Management menggelar wayang kulit semalam suntuk di Sleman dengan lakon Wahyu Katentreman. Pagelaran gratis dan libatkan UMKM lokal.
Pedagang cabai di Pasar Beringharjo, Sut, menjual cabai merah keriting dan cabai rawit yang kini harganya naik Rp5.000 per kg, Jumat (4/3/2016).(Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)
Harga kebutuhan pokok untuk cabai naik lagi
Harianjogja.com, SLEMAN -- Harga cabai dipasaran wilayah Sleman terus meroket. Harga komoditas tersebut saat ini menyentuh Rp120.0000 per kg. Lagi-lagi cuaca buruk dan terbatasnya stok menjadi penyebab.
Baca Juga : http://m.solopos.com/2017/01/25/harga-kebutuhan-pokok-duh-naik-lagi-harga-cabai-tembus-rp120-000-787698">HARGA KEBUTUHAN POKOK : Duh, Naik Lagi, Harga Cabai Tembus Rp120.000
Subardi Krisnani, pemilik warung makan di Beran, Tridadi, terpaksa mengurangi penggunaan cabai rawit untuk menyiasati tingginya harga cabai. Terkadang dia juga mencampur sambal dengan cabai besar.
"Pelanggan juga memaklumi kalau harga cabainya tinggi. Kalau habis, ya sudah," ujarnya.
Menurutnya, kenaikan harga cabai di musim pergantian tahun dan musim hujan sudah seperti tradisi. Beruntung, katanya, harga beberapa komoditas lainnya tidak terlalu melonjak tinggi.
“Telur sekarang harganya turun dari Rp18.000 per kg, bawang merah Rp28.000 dan bawang putih Rp40.000 per kg. Kalau harga beras, dan lainnya masih wajar,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Edi Sri Harmanta menjelaskan, harga tinggi cabai terjadi akibat penurunan produksi. Hal itu disebabkan tingginya curah hujan sehingga tanaman cabai mengalami gagal panen.
“Satu musim tanam cabai di Sleman hanya dapat dipanen selama sebulan saja. Normalnya bisa 16-18 kali panen selama tiga bulan dengan. Tapi sekarang hanya lima sampai tujuh kali panen saja,” katanya.
Penurunan produksi panen di Sleman, lanjutnya, terpantau sejak September 2016 lalu. Dibanding 2015, kata Edi, produksi cabai selama 2016 turun sekitar 20%. Hal itu dikarenakan luas lahan pertanian cabai berkurang sekitar 30%. Jika luas tanaman cabai selama 2015 mencapai 64 hektare, per Desember 2016 hanya tersisa 29 hektare saja.
“Kami perkirakan harga tinggi cabai sampai Maret atau bersamaan dengan masa panen,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
InJourney Destination Management menggelar wayang kulit semalam suntuk di Sleman dengan lakon Wahyu Katentreman. Pagelaran gratis dan libatkan UMKM lokal.
KAI menambah 3 perjalanan KA menuju Jakarta dari Jogja, Malang, dan Semarang serta meningkatkan kapasitas KA Anggrek dan Gumarang.
AirNav memperpanjang penutupan tiga bandara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 6 September 2026.
Pemerintah menyiapkan Rp40 triliun untuk membayar angsuran dan bunga Kopdes yang jatuh tempo 27-28 September 2026.
BMKG memantau sebaran abu vulkanik Anak Krakatau hingga 50.000 kaki yang berdampak pada empat bandara dan keselamatan penerbangan.
Bandara YIA membatalkan 9 penerbangan dan menunda 1 penerbangan akibat dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.