MAHASISWA UII MENINGGAL : Benarkah Ada Tendangan? Ini Kata Senior Mapala Unisi

Nugroho Nurcahyo
Nugroho Nurcahyo Kamis, 26 Januari 2017 07:20 WIB
MAHASISWA UII MENINGGAL : Benarkah Ada Tendangan? Ini Kata Senior Mapala Unisi

Kapolsek Tawangmangu, AKP Riyanto (kiri), mengecek lokasi diksar mahasiswa UII di camping Mrutu, Dukuh Tlogodringo, Desa Gondosuli, Tawangmangu, Minggu (22/1/2017). (JIBI/Solopos/Dokumentasi Polres Karanganyar)

Mahasiswa UII Meninggal menjadi sorotan banyak pihak.

Harianjogja.com, JOGJA — Senior Mapala Unisi Universitas Islam Indonesia menjelaskan konsep kegiatan Great Gamping (GC) setiap tahunnya selalu sama. Materi yang diajarkan antara lain navigasi darat, search and rescue, hutan rimba, cara bertahan hidup (survival), dan pertolongan pertama pada kecelakaan.

Kendati demikian, Senior Mapala Unisi yang meminta tak disebutkan namanya itu, Rabu (25/1/2017) menyampaikan untuk kasus kali ini [GC XXXVII], dia mengakui adanya tindakan berlebihan dari panitia pelaksana.

Salah satu peserta GC XXIV mengakui, dalam pelaksanaan GC yang dia pernah menjadi peserta, kontak fisik tidak pernah dilakukan.

Baca Juga : http://m.solopos.com/2017/01/25/mahasiswa-uii-meninggal-senior-mapala-unisi-sesalkan-keputusan-kampus-787700">MAHASISWA UII MENINGGAL : Senior Mapala Unisi Sesalkan Keputusan Kampus

“Waktu saya ikut GC, panitia kadang menendang keras sampai kami jatuh [tersungkur] dan terguling-guling. Tapi mereka tendangnya bukan ke arah badan, tapi ke tas carrier yang kami pakai. Itu dilakukan kalau kami lelet melakukan sesuatu, atau kami diminta lari tapi kurang cepat,” ujar anggota Mapala Unisi berinisial A itu.

Dia mengakui, selama diksar dilakukan, hal yang paling tidak mengenakkan justru kata-kata kasar yang keluar dari mulut para senior.

“Dibentak-bentak, dimaki-maki. Tapi itu dilakukan untuk melatih mental calon anggota. Biar tahan banting tidak gampang ciut. Biar disiplin,” kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online