DEMAM BERDARAH SLEMAN : Januari, 12 Warga Terjangkit DBD

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Rabu, 25 Januari 2017 23:55 WIB
DEMAM BERDARAH SLEMAN : Januari, 12 Warga Terjangkit DBD

JIBI/Desi Suryanto Petugas Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melakukan pengasapan nyamuk yang bersarang di lingkungan perumahan penduduk di Kampung Gendeng Cantel, Muja-muju, Umbulharjo, Yogyakarta, Senin (23/12/2013). Pengasapan itu berupaya mengurangi populasi nyamuk yang membawa dan menularkan beragam penyakit seperti, demam berdarah, malaria, filariasis, encepalitis dan chikungunya. Selama sebulan terakhir ini sedikitnya sudah 21 warga Gendeng Cantel terserang chikungunya.

Demam berdarah Sleman masih di awal tahun ini.

Harianjogja.com, SLEMAN- Masyarakat harus mewaspadai penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan nyamuk Aides Aegypti. Bulan Januari tahun ini saja, tercatat 12 warga terjangkit penyakit tersebut.

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Novita Krisnaeni berharap masyarakat harus tetap mewaspadai penyebaran nyamuk Aides Aegypti selama musim hujan ini.

"Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya harus terus  ditingkatkan. Ini dilakukan untuk mengantisipasi sebaran nyamuk DBD," katanya kepada Harianjogja.com, Rabu (25/1/2017).

Hingga 20 Januari ini, katanya, Dinkes mencatat 11 kasus DBD yang menyerang warga. Kasus tersebut terjadi di empat kecamatan. Mulai Gamping, Godean, Kalasan dan Ngaglik. Jumlah tersebut bisa bertambah karena musim hujan masih diprediksi terjadi hingga Februari.

"Kasus terbanyak di Gamping delapan kasus, kemudian Kalasan dua kasus sementara Godean dan Ngaglik masing-masing satu kasus," paparnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online