Cegah Aset Mangkrak, Dewan Gunungkidul Desak Pendataan
DPRD Gunungkidul meminta Pemkab mendata ulang aset daerah untuk mencegah bangunan mangkrak dan mengoptimalkan potensi PAD.
Kepala Kantor Perwakilan BI DIY Budi Hanoto (pegang cenderamata) saat melakukan foto bersama dengan Direktur Utama BPD DIY Bambang Setiawan (Kiri nomor dua), Pemimpin BPD DIY Cabang Wonosari Plati Soulistyanti (pakai jilbab) dalam sosialiasi peredaran uang baru emisi 2016. Rabu (25/1/2017). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Uang baru terus disosialisasikan ke warga.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Bank Indonesia bekerja sama dengan Bank Perkreditan Daerah (BPD) DIY melakukan sosialisasi tentang peredaran mata uang baru emisi 2016 di kantor BPD DIY Cabang Wonosari, Rabu (25/1/2017). Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diajak untuk merawat dan keaslian uang yang dimiliki. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kecintaan terhadap negara, sebab dengan merawat telah ikut berpartisipasi dalam menjaga kedaulatan negara.
Kepala Perwakilan Kantor BI DIY Budi Hanoto mengatakan, cara-cara merawat mata uang tidaklah sulit karena bisa dilakukan dengan cara yang biasa. Namun yang paling penting uang tersebut jangan sampai dicorat-coret, dilipat-lipat atau pun distaples. Menurut dia, jika hal tersebut dilakukan maka kualitas mata uang yang dimiliki akan menurun. Sementara untuk melakukan produksi saja juga membutuhkan biasa yang besar.
“Mari bersama-sama untuk menjaga uang yang dimiliki tetap layak edar,” katanya kepada wartawan di sela-sela kegiatan sosialisasi peredaran uang baru emisi 2016 di kantor BPD DIY cabang Wonosari, kemarin.
Menurut dia, dengan menjaga nilai mata uang tetap layak edar, hal tersebut sudah termasuk dalam upaya bela negara. Pasalnya dengan perawatan tersebut juga merupakan bagian dari menjaga kedaulatan negara. “Untuk itu kenapa saat peluncuran mata uang baru dilakukan pada 19 Desember lalu karena disesuaikan dengan momen peringatan Hari Bela Negara,” papar Budi.
Di kesempatan itu pula, Budi juga menampik adanya rumor yang berkembang akhir-akhir ini bahwa uang baru memiliki simbol tertentu atau pun bentuknya menyerupai mata uang asing. Menurut dia, uang pecahan yang terdiri dari sebelas pecahan ini merupakan asli uang Rebuplik Indonesia yang sah. Hal itu terlihat adanya tulisan NKRI di setiap pecahan uang baru tersebut. “Tulisan ini belum ada di uang-uang terdahulu, sebab hanya ada tulisan Bank Indonesia saja,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Utama BPD DIY Bambang Setiawan menyambut baik adanya sosialiasi terhadap mata uang baru. Harapannya dengan kegiatan ini maka masyarakat bisa paham dan mengerti bagaimana ciri-ciri mata uang baru tersebut.
“Upaya ini juga sebagai cara untuk menangkal peredaran uang palsu di pasaran. Untuk itu, yang kami hadirkan di sosialisasi ini berasal dari seluruh elemen masyarakat di Gunungkidul,” katanya.
Disinggung mengenai peredaran mata uang baru, ia mengaku menyerahkan sepenuhnya ke BI. Namun secara prinsip Bambang siap memberikan bantuan, salah satunya dengan menyediakan loket-loket penukaran uang di setiap kantor yang dimiliki BPD.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta Pemkab mendata ulang aset daerah untuk mencegah bangunan mangkrak dan mengoptimalkan potensi PAD.
Abu vulkanik Anak Krakatau menyebar hingga Pekalongan, Pariaman, dan Padang Panjang. Tiga bandara menghentikan operasi sementara.
Marc Klok membidik kemenangan Persib Bandung atas PSM Makassar pada laga perdana BRI Super League 2026/2027 di GBLA.
Abu vulkanik Anak Krakatau terpantau hingga 50.000 kaki dan menyebar ke Jabodetabek, Banten, Lampung, Bengkulu hingga Sumatra Selatan.
Persija menang 1-0 atas Borneo FC. Shin Tae-yong menyebut Macan Kemayoran baru menunjukkan 50 persen kemampuan terbaiknya.
Top Ten News Harianjogja.com Minggu 6 September 2026 merangkum kabar kebakaran DIY, erupsi Anak Krakatau, ekonomi, budaya, hingga olahraga.