Bupati Sleman Berduka atas Kecelakaan Suporter PSS di Tol Madiun, Ini Pesannya
Empat suporter PSS Sleman tewas dalam kecelakaan di Tol Madiun. Bupati Sleman menyampaikan belasungkawa dan mengimbau suporter away menggunakan bus.
Deteksi dini penyakit sendiri bisa dilakukan dengan aplikasi BPJS kesehatan
Harianjogja.com, SLEMAN- Masyarakat bisa mengetahui sendiri potensi penyakit yang dideritanya. Dengan melakukan screening melalui aplikasi berbasis Android BPJS Kesehatan, diharapkan pencegahan dini terhadap penyakit yang ada dalam tubuh bisa dilakukan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sleman Janoe Tegoeh Prasetijo mengatakan, aplikasi mobile tersebut berisi beberapa sejumlah layanan.
Mulai pengecekan data kepesertaan, tagihan iuran setiap bulan hingga layanan deteksi kondisi kesehatan. Layanan tersebut diberikan kepada peserta BPJS Kesehatan serta JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat).
“Aplikasi ini bertujuan agar peserta dapat dengan mudah mendeteksi dini potensi resiko penyakit yang dideritanya. Mulai risiko penyakit diabetes melitus, hipertensi, ginjal kronik, dan jantung koroner. Keempat penyakit itu sering diabaikan oleh masyarakat,” kata Janoe saat meluncurkan aplikasi Mobile Screening, Rabu (1/2/2017) di Prima SP Hotel, Sleman.
Selain memberikan kemudahan, apikasi tersebut juga mengajak masyarakat untuk lebih aware terhadap kesehatannya. Mereka diminta untuk menjawab 47 pertanyaan yang berhubungan langsung dengan perilaku hidup seseorang.
“Akurat atau tidaknya hasil dari pertanyaan tersebut, tergantung dari kejujuran saat mengisi daftar pertanyaan. Aplikasi ini bukan untuk mencari penyakit, tetapi lebih pada ajakan agar masyarakat memikirkan kesehatannya," jelas dia.
Di Sleman, sambung Janoe, penyakit diabetes melitus tercatat ada 4.426 peserta beresiko rendah, 206 peserta beresiko sedang, dan dua peserta berisiko tinggi.
Untuk penyakit hipertensi tercatat ada 4000 peserta beresiko rendah, 630 peserta berisiko sedang, dan empat peserta berisiko tinggi. Kemudian untuk penyakit ginjal kronik tercatat ada 4.536 peserta beresiko rendah, 96 peserta berisiko sedang, dan dua peserta berisiko tinggi.
Sedangkan untuk jantung koroner terdapat 4.390 peserta beresiko rendah, 237 peserta berisiko sedang, dan tujuh peserta beresiko tinggi.
“Selain melalui Mobile Screening ini, pemeriksaan potensi resiko penyakit bisa dilakukan secara manual di kantor dan fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan,” ujarnya.
Kepala Unit Manajer Pelayanan Kesehatan Primer (MPKP) BPJS Sleman Tofik menambahkan, peserta BPJS Kesehatan dapat mengunduh aplikasi tersebut melalui Google Play Store.
Setelah melakukan regestrasi dan login,pengguna diminta menjawab 47 pertanyaan untuk mengidentifikasi risiko penyakit. Mulai aktivitas keseharian, pola makan, penyakit yang pernah diderita, hingga riwayat penyakit keluarga.
“Hasilnya akan muncul indikasi risiko penyakit yang diderita, tinggi, sedang, dan rendah,” jelasnya.
Jika hasilnya rendah, pengguna dianjurkan untuk menjaga pola hidup dan olahraga. Kalau hasilnya sedang atau tinggi peserta, pengguna diarahkan mengunjungi fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) untuk melakukan pengecekan lebih lanjut.
“Semakin dini peserta mengetahui resiko kesehatannya, maka bisa semakin cepat upaya pengelolaan resiko. Dengan begitu, jumlah penderita penyakit kronis bisa turun,” harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Empat suporter PSS Sleman tewas dalam kecelakaan di Tol Madiun. Bupati Sleman menyampaikan belasungkawa dan mengimbau suporter away menggunakan bus.
APJII Jabar mencatat 9.662 pelanggan internet terdampak penertiban kabel di Bandung. Tenggat pemulihan berakhir 26 Oktober 2026.
Persela Lamongan ditahan De Red FC 2-2 di Stadion Surajaya. Gol menit akhir membuat tim Bima Sakti gagal mengamankan kemenangan.
Jadwal PSS Sleman vs Borneo FC dimajukan ke 27 Oktober 2026. Pieter Huistra siapkan rotasi dan menunggu perkembangan Frederic Injai.
BPBD Sumsel mengerahkan empat helikopter untuk melanjutkan pemadaman karhutla di OKI, Ogan Ilir, dan Muara Enim.
Tecno Megabook K15S hadir di Indonesia dengan Ryzen 5 7430U, layar 15,6 inci, baterai 70 Wh, dan harga mulai Rp8,59 juta.