TOL JOGJA - SOLO : Muncul Pesan Berantai Ada 37 Desa Terdampak, Benarkah?

Sunartono
Sunartono Selasa, 21 Februari 2017 08:55 WIB
TOL JOGJA - SOLO : Muncul Pesan Berantai Ada 37 Desa Terdampak, Benarkah?

Bisnis/Nurul Hidayat KEBUTUHAN ANGGARAN Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan Jalan Tol Cijago di kawasan Cimanggis, Jawa Barat, Kamis (2/1). Kementerian Keuangan memastikan tahun depan akan tetap mencari utang luar negeri maupun domestik, untuk memenuhi kebutuhan anggaran. Tahun ini saja pemerintah sudah menambah utang baru senilai Rp 232,7 triliun, kebijakan ini diambil ubtuk menutupi defisit anggaran sebesar Rp 224,2 triliun atau 2,38 persen dari Produk Domestik Bruto

Tol Jogja-Solo masih belum menunjukkan kejelasan

Harianjogja.com, SLEMAN -- Rencana pembangunan jalan bebas hambatan di DIY menjadi topik hangat masyarakat saat ini. Sayangnya sampai saat ini belum ada keputusan resmi desa mana saja yang akan dilewati jalan tol tersebut.

Baca Juga : http://m.solopos.com/?p=794848">TOL JOGJA - SOLO : Belum Ada Keputusan Resmi, Warga Diimbau Jangan Resah

Dari penelusuran Harianjogja.com di situs Kementerian PU dan pesan berantai yang tersebar via WA, terdapat 37 desa dari 15 kecamatan di tiga kabupaten yang terkena rencana pembangunan jalan bebas hambatan Jogja-Bawen.

Di Kulonprogo, Kecamatan Temon, Kokap, Pengasih, Wates dan Sentolo termasuk wilayah yang dilalui proyek tersebut. Sementara, di Bantul jalur bebas hambatan tersebut direncanakan melewati Kecamatan Sedayu. Jalur tol kemudian bergerak ke wilayah Sleman, melalui Moyudan, Gamping, Godean, Seyegan, Mlati dan Kecamatan Sleman.

Saat dikonfirmasi kebenaran data tersebut, Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUP-KP) Sleman Jenu Santoso mengatakan, sampai saat ini masih belum ada komunikasi dan koordinasi terkait rencana pembangunan jalan bebas hambatan di wilayah DIY. Meski begitu, lanjut Jenu, pihaknya berharap agar proses pembangunan jalan tersebut segera direalisasikan.

“Kami sudah lakukan komunikasi dengan DPUP DIY, tapi juga belum ada komunikasi tersebut rencana pembangunan jalan tol tersebut. Hanya saja, kami berharap rencana tersebut segera direalisasikan. Terutama jalur Jogja-Bawen itu mendesak dilakukan,” ungkap Jenu, Senin (20/1/2017)

Dijelaskan dia, keberadaan jalan bebas hambatan di wilayah DIY sangat dibutuhkan seiring dengan pembangunan bandara internasional di Kulonprogo. Selain untuk mengimbangi pertumbuhan kendaraan bermotor, keberadaan jalan bebas hambatan tersebut juga dinilai bermanfaat bagi kelancaraan lalu lintas masyarakat.

“Secara ekonomi juga sangat menguntungkan. Jalur Jogja Bawen, misalnya, nantinya akan menghubungkan wisatawan dari Jogja ke Borobudur dan sebaliknya.  Sultan juga berharap itu direalisasikan,” katanya.

Menurut Jenu, rencana pembangunan jalan bebas hambatan di wilayah DIY itu memang termasuk isu lama yang sampai saat ini belum direalisasikan. Oleh karenanya, Paguyuban Binamarga se DIY pada 23 Februari mendatang, juga akan membahas rencana pembangunan jalan bebas hambatan tersebut di Kulonprogo. “Isu di masyarakat memang saya dengar, tapi karena masih belum ada kepastian, wilayah mana saja yang dijadilan jalan tol, sebaiknya tunggu saja keputusan resminya,” kata Jenu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online