Ada Program Sertakan BPJamsostek, Perusahaan di Jogja Diajak Lindungi Pekerja Informal
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta mengajak 45 perusahaan memperluas perlindungan pekerja informal melalui program Sertakan dan CSR.
Kepala BPOM DIY I Gusti Ayu Adi Arya Patni, Jumat menunjukan bahan makanan yang neredar di pasaran. Sejumlah sample yang diambil mengandung zat-zat berbahaya. serta mengandung (12/6/2015) di Kepatihan Jogja. (JIBI/Harian Jogja/Abdul Hamied Razak)
Makanan berbahaya masih beredar sehingga konsumen harus jeli memilih makanan
Harianjogja.com, SLEMAN- Peredaran panganan berbahaya dan tanpa izin masih terjadi di masyarakat. Untuk menghindari hal itu, masyarakat diharapkan menjadi konsumen cerdas.
Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DIY I Gusti Ayu Adhi Aryapatni mengajak agar masyarakat terlibat aktif melindungi diri dari obat dan makanan yang beresiko terhadap kesehatan.
“Konsumen cerdas selalu melakukan cek KLIK yaitu kemasan, label, ijin edar dan kadaluarsa," katanya dalam aksi Gerakan Nasional Peduli Obat dan Pangan Aman (GNPOPA) dalam rangka hari jadi ke 16 BPPOM di Lapangan Denggung, Minggu (26/2/2017).
Dalam acara tersebut, dia memberikan apresiasinya terhadap komitmen Bupati Sleman Sri Purnomo yang cukup aktif bersinergi dengan BBPOM dalam pengawasan obat dan makanan.
“Dukungan yang baik dari lintas sektor terus kami harapkan demi keberhasilan system pengawasan obat dan makanan di DIY”, kata Ayu.
Menyadari pentingnya dukungan dari berbagai pihak demi keberhasilan system pengawasan obat dan makanan di DIY, dalam acara tersebut juga mengukuhkan sinergi kemitraan dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UGM.
Perjanjian kerjasama tersebut menurut Ayu untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam memilih produk obat dan makanan yang aman, berkhasiat/bermanfaat, dan bermutu.
Dalam acara tersebut BBPOM juga membawa mobil laboratorium keliling yang digunakan untuk melakukan sampling makanan yang dijual di sekitar area acara berlangsung.
Pemkab Sleman, kata Bupati Sleman Sri Purnomo, sering kali melakukan pengawasan terpadu. Tahun 2016 lalu, katanya, pengawasan terpadu dilakukan sebanyak empat kali.
“Dari pengawasan tersebut kami temukan 21 makanan yang mengandung zat berbahaya seperti rhodamin B, formalin, dan boraks. Makanan2 tersebut kami tarik dan tidak boleh beredar di masyarakat," jelas Sri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta mengajak 45 perusahaan memperluas perlindungan pekerja informal melalui program Sertakan dan CSR.
Veda Ega Pratama kecewa setelah Moto3 Australia 2026 dibatalkan akibat cuaca buruk. Ia kini mengalihkan fokus ke GP Malaysia.
SUV hybrid ini juga dibekali fitur penyuplai listrik untuk perangkat eksternal dan diklaim berpotensi menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer dengan satu tang
Petani Gunungkidul mulai mengolah lahan dan menyiapkan benih serta pupuk sambil menunggu musim hujan yang diperkirakan tiba pada Desember 2026.
Deezer menyiapkan fitur untuk menyaring lagu yang sepenuhnya dibuat AI. Perusahaan telah mendeteksi lebih dari 42 juta lagu AI.
Malaysia menyita 5.801 mainan squishy tanpa tanda keselamatan. Simak lima tips bagi orang tua untuk memilih mainan yang lebih aman.