Ada Lapangan Outdoor, Padeljam Padukan Gaya Hidup dan Olahraga
Padeljam menghadirkan lapangan padel luar ruang (outdoor) pertama di DIY dengan memadukan aktivitas olahraga, gaya hidup serta daya tarik pariwisata.
Tamu undangan melihat stan Jogja Blues Forum dalam peluncuran Jogja Festivals, Kamis (9/3/2017). (Galih Eko Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Jogja Festival bertujuan mengembangkan potensi lokal
Harianjogja.com, JOGJA — Bertempat di Hotel Gaia Cosmo, sebanyak 15 promotor festival di Jogja meluncurkan berdirinya organisasi mereka yang dinamakan Jogja Festivals, Kamis (9/3/2017). Sebuah organisasi yang bertujuan mengembangkan potensi festival yang ada di Jogja.
Sebanyak 15 inisiator Jogja Festivals itu yakni Art|Jog, Asia Tri, Bedog Arts Festival, Biennale Jogja, Festival Film Dokumenter, Kustomfest, Festival Musik Tembi, Jogja Blues Explosion, Pesta Boneka, Jogja Netpac Asia Film Festival, Cellsbutton Yogyakarta New Media Art Fest, Ngayogjazz, Yogyakarta Gamelan Festival, Jogja Festival Layang-layang Nasional dan Yogyakarta Contemporary Music Fest.
“Jogja Festivals akan meningkatkan kapasitas para pegiat festival dan memudahkan akses informasi terhadap beragam festival yang ada di Jogja,” ungkap Direktur Jogja Festivals, Heri Pemad, dalam jumpa pers sebelum peluncuran, Kamis.
Dia menyebutkan Jogja Festivals diyakini bisa menguatkan jaringan antar sesama pegiat festival di Jogja dan dengan daerah lain di Indonesia. Tentu saja untuk bertukar pengalaman, pembiayaan, kontribusi sosial ekonomi serta pelibatan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Padeljam menghadirkan lapangan padel luar ruang (outdoor) pertama di DIY dengan memadukan aktivitas olahraga, gaya hidup serta daya tarik pariwisata.
Raperda penyertaan modal BUMD Kota Magelang disiapkan sebagai payung penguatan ekonomi, dengan fokus kinerja, pengawasan, dan kontribusi daerah.
Pesawat yang membawa Menhut Raja Juli Antoni gagal mendarat di Kalbar karena kabut asap karhutla membuat jarak pandang hanya 100 meter.
Komisi X DPR RI meminta BPS memperbarui data desil maksimal dua minggu karena ketidaksesuaian data menghambat penyaluran bantuan.
DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan kawasan timur dan selatan untuk memperkuat investasi dan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
KPK mengawal perbaikan tata kelola ASDP setelah penanganan perkara dugaan korupsi, termasuk tiga area yang dinilai berisiko.