WISATA JOGJA : Kricak Persiapkan RTH, Fasilitas Pendukung Ditambah

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Kamis, 16 Maret 2017 08:20 WIB
WISATA JOGJA : Kricak Persiapkan RTH, Fasilitas Pendukung Ditambah

Sejumlah warga Kelurahan Bener dan Kricak mengisi kantong-kantong dengan pasir pada Program Kali Bersih (Prokasih) Sungai Winongo di Kelurahan Bener, Tegalrejo, Minggu (11/11/2012). Kantong-kantong itu diharapkan menjadi penahan air bila aliran air sungai Winongo naik. (Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja)

Wisata Jogja diperkaya dengan dibukanya RTH oleh warga untuk wisatawan

Harianjogja.com, JOGJA -- Warga Kelurahan Kricak, Kecamatan Tegalrejo siap mengembangkan Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) yang ada di wilayahnya menjadi kawasan wisata. Potensi wisata yang ditawarkan adalah susur sungai Winongo, Outbond, dan kesenian tradisional.

Ada dua RTHP di Kricak, satu RTHP di Kampung Bangunrejo seluas sekitar 800 meter dan RTPH seluas 630 meter persegi di Kampung Jatimulyo.

Baca Juga : http://m.solopos.com/2017/03/15/wisata-jogja-kembangkan-rth-kricak-tawarkan-susur-sungai-outbond-hingga-kesenian-801834">WISATA JOGJA : Kembangkan RTH, Kricak Tawarkan Susur Sungai, Outbond hingga Kesenian

Kelurahan Kricak merupakan wilayah yang dilalui dua sungai, yakni Sungai Winongo dan Sungai Buntung. Lurah Kricak Agata Ari Wulandari  mengakui sepanjang aliran dua sungai tersebut masih ada ancaman banjir setiap kali hujan deras. Namun demikian, warga bantaran sungai sudah memahami bagaimana harus menyelamatkan diri ketika terjadi luapan air sungai.

Dalam jangka panjang, pihaknya juga mewacanakan untuk pembangunan rumah susun. Wacana itu diakui Agata sudah sampai Pemerintah Kota Jogja agar menjadi pembahasan ketika menyusun program pembangunan jangka panjang daerah.

Kawasan RTHP di Jatimulyo, Kricak, kemarin juga dipercantik dengan mural dari Eliminate Dengue Project (EDP) Universitas Gadjah Mada (UGM). Sepanjang dembok dipenuhi RTHP dienuhi dengan gambar-gambar sesuai dengan potensi wilayah setempat, di antaranya gambar warga yang sedang membawa gunungan, gambar orang yang sedang rafting, gambar anak naik sepeda, kemudian gambar nyamuk.

Agata menambahkan, program EDP melalui pelepasan nyamuk berbakteri wolbachia untuk menekan demam berdarah di wilayahnya selaras dengan program kelurahan yang tengah gencar mengkampanyekan perilaku hidup bersih dan sehat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online