WISATA KULONPROGO : Grebeg Budaya Rayakan 2 Tahun Kedung Pedut

Sekar Langit Nariswari
Sekar Langit Nariswari Kamis, 16 Maret 2017 11:20 WIB
WISATA KULONPROGO : Grebeg Budaya Rayakan 2 Tahun Kedung Pedut

Wisata Kulonprogo di Kedung Pedut telah berusia dua tahun

 
Harianjogja.com, KULONPROGO-Sejumlah kegiatan kebudayaan digelar di objek wisata Air Terjun Kedung Pedut, Kembang, Jatimulyo, Girimulyo pada Rabu (15/3/2017). Perayaan dilakukan guna memperingati tahun kedua pengelolaan obwis ini.

Sedikitnya 150 warga setempat ikut serta dalam menggelar grebeg budaya, pentas angguk, wayang kulit, dan lomba panjor ini. Kepala Dusun Kembang, Sarija mengatakan kegiatan ini juga berupaya melestarikan warisan budaya dari leluhur sekaligus promosi wisata. “Baru pertama kali digelar dan dampaknya lumayan cukup besar,” ujarnya.

Sejumlah kegiatan tersebut diberi tajuk Gebyar Seni Pareanom 2017 yang akan digelar selama dua hari. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan yang juga menggenjot jumlah pengujung di air terjun yang juga dilengkapi kolam alami ini. Menurutnya, warga berupaya mengolah daya tarik obwis ini dengan memanfaatkan lokasi menjadi wahana outbond.

Selain itu, adapula unsur sejarah yang dimanfaatkan salah satunya kepercayaan jika Pangeran Diponegoro pernah bersemedi di Kedung Pedut. Sejauh ini, hal tersebut berdampak positif pada jumlah kunjungan yang mencapai ribuan orang dalam sebulan.

Kepala Seksi Sejarah Dinas Kebudayaan DIY, Bambang Marsamtoro mengatakan pemanfaatan aspek sejarah dan budaya dalam pariwisata sejalan dengan pengembangan seni budaya di DIY.

“Secara tidak langsung akan mendukung pengembangan wisata karena memiliki daya tarik historis,” ujarnya.

Harapannya, hal ini sejalan dengan pelestarian budaya yang dilakukan masyarakat setempat.

Salah satu pengunjung, Muhammad Alam mengatakan grebeg yang diselenggarakan sangat menarik dan meriah. Terlebih lagi, kegiataan budaya ini disokong oleh panorama alam yangindah.

Ia berharap acara serupa bisa digelar di tahun berikutnya dengan lebih meriah. Ia juga melontarkan kritikan pada pengelola objek wisata ini terkait sarana dan prasarana yang ada. “Jalannya mungkin bisa ditingkatkan, untuk lebih mempermudah pengunjung,”kata Alam.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis