Gandeng Komunitas Malioboro, BPJS Ketenagakerjaan Perluas Perlindungan
BPJS Ketenagakerjaan bersama Jejaring Tepo Seliro Jogja mendorong perlindungan pekerja di kawasan Sumbu Filosofi melalui sosialisasi dan deklarasi kolaborasi.
Puluhan siswa SMP Negeri 1 Kalasan serta sejumlah perawat Rumah Sakit Bhayangkara melakukan senam cuci tangan dan Penyuluhan Kesehatan tentang Cuci Tangan di Halaman RS. Bhayangkara, Kalasan, Sleman, Jumat (17/3). Kegiatan tersebut untuk mensosialisasikan gerakan cuci tangan yang benar dan pentingnya menjaga kesehatan. (Gigih M. Hanafi/JIBI/Harian Jogja)
Budaya mencuci tangan perlu diterapkan sejak dini
Harianjogja.com, SLEMAN -- Ratusan siswa SMPN 1 Kalasan mendapat penyuluhan cara mencuci tangan yang baik dan benar. Penanaman budaya mencuci tangan dengan enam langkah sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) perlu ditanamkan pada anak sejak dini.
Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Komisariat RS Bhayangkara Kalasan Pipit Wintarti menjelaskan, sebagian besar masyarakat belum memahami cara mencuci tangan yang benar. Mencuci tangan dengan sabun, katanya, sudah dinilai cukup.
"Padahal, ada enam langkah mencuci tangan yang benar agar terhindar dari berbagai penyakit," katanya usai Kegiatan Penyuluhan Kesehatan tentang Cuci Tangan dan Senam Cuci Tangan di RS Bhayangkara Kalasan, Jumat (17/3/2017).
Enam langkah mencuci tangan, di antaranya sela-sela jari, telapak tangan, punggung tangan, kuku, sela-sela jempol, sela-sela telapak tangan, serta menggunakan sabun dan air mengalir. "Selain cara tersebut, bisa juga dilakukan menggunakan handacrap. Tapi orang tahunya itu hanya antiseptik, padahal bisa juga untuk membersihkan tangan," kata Kabid Keperawatan RS Bhayangkara itu.
Kegiatan tersebut, lanjut Pipit, serentak dilakukan oleh PPNI seluruh Indonesia. Tidak hanya dilakukan kepada pelajar, penyuluhan mencuci tangan yang baik dan benar juga diberikan bagi para pasien dan keluarga pasien. Termasuk, para pengunjung yang datang menjenguk pasien. "Respon mereka bagus, dan banyak yang baru memahami enam langkah mencuci tangan yang benar," katanya.
Seksi Acara kegiatan tersebut, Asih Sumarsih menambahkan, sebanyak 346 siswa SMPN 1 Kalasan terlibat dalam kegiatan yang digelar di halaman rumah sakit tersebut. "Total yang mendapat penyuluhan sebanyak 450 orang, termasuk pasien dan keluarga pasien. Sosialisasi tentang pentingnya mencuci tangan, harus tersampaikan kepada seluruh masyarakat," katanya.
Menurut Asih, penyuluhan tersebut sebagai bagian dari ulang tahun PPNI ke 43 pada 17 Maret tahun ini. Dia menjelaskan, tahun ini PPNI mengangkat tema Gerakan Perawat Mendukung Masyarakat Sehat. "Kegiatan ini dilakukan di masing-masing komisariat. Satu komisariat minimal memiliki anggota 75 perawat. Kami ingin enam langkah mencuci tangan yang benar dapat dilakukan oleh seluruh masyarakat," harapnya.ana
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Ketenagakerjaan bersama Jejaring Tepo Seliro Jogja mendorong perlindungan pekerja di kawasan Sumbu Filosofi melalui sosialisasi dan deklarasi kolaborasi.
Kemenaker menyiapkan pemagangan dan pelatihan vokasi untuk mendukung target 3,49 juta lapangan kerja baru pada 2027.
Lima mahasiswa UGM diduga menjadi korban kekerasan saat aksi demonstrasi di Jogja dan sempat dirawat di RS Panti Rapih.
512 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam keracunan MBG. DPR meminta pengawasan dan koordinasi Kemenag, BGN, serta pemda diperkuat.
Harga cabai merah besar di tingkat petani Bantul anjlok menjadi Rp8.000 per kilogram akibat pasokan melimpah saat panen bersamaan.
Bobot TKA dalam SNBP 2027/2028 berpeluang meningkat setelah evaluasi pelaksanaan TKA 2026 dan pembahasan MRPTNI.