PENCEMARAN UDARA : Ini Penjelasan Pertamina Soal Bau dari Pengepresan Tabung Gas

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jum'at, 24 Maret 2017 21:55 WIB
PENCEMARAN UDARA : Ini Penjelasan Pertamina Soal Bau dari Pengepresan Tabung Gas

Ilustrasi Espos/Agoes Rudianto HET GAS--Pekerja menaikkan tabung gas elpiji ukuran 3 kg ke mobil di daerah Badran, Solo, Selasa (26/1). Harga gas eceran di pasaran cenderung anjlok di bawah harga eceran tertinggi (HET) karena pasokan berlimpah. SOLOPOS 27 JAN 2010 HAL IV EKBIS

Pencemaran udara di Baciro diharapkan dapat segera tertangani

Harianjogja.com, JOGJA -- PT. Pertamina Wilayah Pemasaran DIY dan Jawa Tengah menggelar pengobatan gratis di depo penimbunan dan distribusi gas elpiji di Jalan Argolubang, Baciro, Gondokusuman, Jumat (24/3/2017) pagi. Pemeriksaan kesehatan tersebut untuk mengukur dampak dari operasional gudang terhadap kesehatan warga sekitar.

Area Manager Communication and Relations Pertamina Jawa Bagian Tengah dan DIY, Andar Titi Lestari mengatakan pemeriksaan kesehatan itu bagian dari wujud kepedulian perusahaan terhadap warga sekitar lokasi operasional dan juga untuk mengukur tingkat kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar depo penyimpanan dan distribusi tabung elpiji.

Andar memahami keluhan warga terkaithttp://m.solopos.com/?p=804183"> bau yang ditimbulkan dari aktivitas pengepresan.

"Kita sudah menghentikan sementara proses pengepresan tabung," kata Andar.

Namun demikian, ia menyatakan bau yang ditimbulkan bukan dari gas melainkan dari zat kimia yang di sebut merchaptan atau zat pembau yang berfungsi untuk  memberikan tanda jika ada kebocoran pada tabung atau selang elpiji.

Andar menambahkan keberadaan gudang penyimpanan dan pendistribusian tabung elpiji di Baciro sangat diperlukan karena posisinya yang strategis menjangkau wilayah Jawa Bagian Tengah. Gudang seluas sekitar 4,4 hektare itu mampu menampung sekitar 600.000 tabung gas.

"Pertamina sangat membutuhkan dukungan dari masyarakat khususnya yang tinggal di sekitar lokasi gudang, agar gudang ini tetap dapat beroperasi tanpa mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat sekitar," papar Andar.

Karena itu, pihaknya juga menunda rencana perpindahan gudang ke Karanganyar Jawa Tengah.
"Kami harus memperhitungkan biaya operasional ongkos [pindah]," tandas Andar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online