Profil Lengkap KH Abdul Hakim Mahfud atau Gus Kikin, Ketum PBNU Terpilih 2026-2031
Gus Kikin terpilih menjadi Ketum PBNU 2026-2031. Simak profil, silsilah, pendidikan, perjalanan bisnis, hingga kiprahnya di NU.
Ilustrasi Satelit (Telegraph)
Nelayan DIY akan memanfaatkan teknologi saat melaut
Harianjogja.com,JOGJA -- Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) DIY bekerjasama dengan LAPAN Bandung dalam rangka meningkatkan kemampuan nelayan untuk beralihteknologi. Ke depan kapal nelayan DIY akan dipasang alat deteksi ikan dengan berbasis citra satelit.
Kepala Dislautkan DIY Sigit Sapto Raharjo menjelaskan, untuk mendorong terjadinya alihteknologi nelayan dari manual menuju digital, pihaknya bekerjasama dengan Lapan Bandung. Salahsatunya dengan mempersiapkan alat pendeteksi ikan di laut, sehingga nelayan dapat menentukan dan memantau letak perairan yang ada banyak potensi ikan. Kerjasama itu telah berlangsung sejak 2016 silam dan tahun ini mulai dilakukan pelatihan terhadap nelayan untuk menggunakan alat tersebut.
"Alat itu memudahkan, misal sekarang di sana ada ikan Tuna. Nelayan tidak perlu susah kemana-mana, langsung menuju ke tempat tersebut. Selain itu untuk manajemen resiko, dengan alat itu tahu bahwa gelombangnya besar, jangan kesana," terangnya, Senin (3/4/2017).
Kepala Bidang Perikanan Dislautkan DIY Suwarman Partosuwiryo menambahkan, aplikasi itu berbasis citra satelit. Piranti utama alat pendeteksi itu adalah fish finder atau echo sounder serta global positioning system (GPS). Receiver untuk pendeteksi bisa dipasang di atas kapal. Dengan alat tersebut nelayan dapat membawanya melaut sembari memantau keberadaan ikan.
Jika alat sudah dihidupkan maka dapat memantau titik koordinat, gerombolan ikan posisi ikan, arah berenangnya ikan, kedalaman laut hingga arah gelombang. Suhu permukaan laut dan kecerahan air laut juga dapat muncul di alat tersebut. Dengan mengolah data dari alat deteksi itu, maka nelayan dengan mudah menentukan lokasi penangkapan ikan.
"Alat ini sudah canggih tetapi berbasis citra satelit, kalau tidak pakai ketiganya [fish finder, echo sounder, GPS] tidak bisa mengakses," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gus Kikin terpilih menjadi Ketum PBNU 2026-2031. Simak profil, silsilah, pendidikan, perjalanan bisnis, hingga kiprahnya di NU.
Pemda DIY menekankan pentingnya membuktikan manfaat nyata keistimewaan bagi generasi muda sekaligus menjawab tantangan masa depan.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Lima jodhang berisi hasil bumi dari empat kabupaten dan satu kota di DIY diserahkan dalam Puncak Memetri Kaistimewaan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK)
Jadwal KSPN Jogja 1 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini, dengan tarif mulai Rp12.000.
Ratusan warga memadati kompleks Balai Budaya Tamanmartani, Kalasan, Sleman, untuk menyaksikan Puncak Memetri Kaistimewaan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan