KESENIAN GUNUNGKIDUL : Seniman dan Budayawan Tak Punya Wadah

Irwan A Syambudi
Irwan A Syambudi Kamis, 06 April 2017 14:20 WIB
KESENIAN GUNUNGKIDUL : Seniman dan Budayawan Tak Punya Wadah

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Seniman wayang topeng dari kelompok kesenian "Panji Budaya" bersiap untuk melakukan pertunjukan dalam petas Gelar Seni Sepanjang Tahun di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) di jalan Sriwedari, Yogyakarta, Minggu (29/03/2015). Wayang Toperng Panji Budaya asal Dusun Danggolo, Purwodadi, Tepus, Gunungkidul dalam pementasan berdurasi satu setengah jam itu membawakan lakon Lamaran Dewi Sekartaji, kesenian ini mati suri sejak 32 tahun silam dan bangkit kembali pada tahun 2014, pementas

Kesenian Gunungkidul membutuhkan wadah untuk berkumpul dan berkembang

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, Supriyanto mengatakan dana keistimewaan DIY dinilai sangat dibutuhkan untuk pembangunan sektor kebudayaan.

Pasalnya di Gunungkidul belum ada fasilitas yang memawadai para seniman ataupun budayawan.

“Selama ini tidak ada wadah bagai para teman-teman seniman untuk bertemu. Dulu ada tapi sekarang sudah dibuat untuk gedung olahraga. Makanya kami juga mendesak supaya taman budaya segera dibangun supaya ada tempat pentas bagi teman-teman seniman,” kata dia, Rabu (5/4/2017).

Selain itu, pihaknya berharap selain pembangunan infrastruktur, sejumlah potensi budaya yang ada di Gunungkidul dapat difasilitasi dengan danais. Hal itu diantaranya adalah dengan menyelenggarakan sejumlah festival budaya, seperti festival ketoprak ataupun karawitan.

Namun demikian, disisi lain dia mengklaim selama ini tidak ada masalah dalam hal penggunaan danais untuk memfasilitasi potensi budaya lokal.

“Selama ini lancar-lancar saja, karena kalau untuk penyelenggaraan sejumlah festival tinggal mengkoordinasikan dengan teman-teman seniman,” kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis