Pembina Yayasan Pendidikan Guna Bangsa Yogyakarta, Soerjo Hadijono saat memberikan sambutan dalam Capping Day angkatan VIII Tahun Akademik 2016/2017 di Hotel Sahid Raya Yogyakarta, Selasa (18/4/2017). (Mediani Dyah Natalia/JIBI/Harian Jogja)
Kampus Jogja, Stikes Guna Bangsa gelar Capping Day
Harianjogja.com, SLEMAN -- Tenaga kesehatan (nakes) tidak hanya dituntut dapat memberikan pelayanan terbaik, tetapi juga mampu menjaga kerahasiaan kondisi kesehatan pasien.
Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Guna Bangsa Yogyakarta, Soerjo Hadijono mengatakan perkembangan zaman menjadi momentum bagi nakes mengubah perilaku dan sikap. Utamanya saat berhubungan dengan pasien.
"Nakes harus berubah, ketika mulai kenal pasien, kondisi kesehatannya menjadi bagian dari rahasia yang harus disimpan. Misal ada pasien yang mengatakan dirinya positif HIV AIDS, kondisi ini harus dijaga kerahasiaannya. Bahkan istri saya pun tidak tahu karena ini rahasia jabatan," papar dia saat memberikan sambutan dalam C Capping Day angkatan VIII Tahun Akademik 2016/2017 dengan tema "Mewujudkan Nakes yang Profesional, Beretika dan Unggul yang Mampu Bersaing di Era Globalisasi" di Hotel Sahid Raya Yogyakarta, Selasa (18/4/2017).
Soejo mengakui hal tersebut tidak mudah. Saat menjalani pendidikan dokter dan menemukan pasien dengan kondisi kesehatan tertentu, ada keinginan untuk menyampaikan hal tersebut kepada orang lain. Namun, hal tersebut dipendamnya. Kemampuan menyimpan rahasia ini justru menjadi kepercayaan pasien pada dirinya.
Lebih lanjut, Soerjo menambahkan pengecualian dapat diberikan jika informasi tersebut untuk kepentingan ilmiah.
"Kondisi kesehatan pasien bukan bahan pembicaraan, kecuali untuk diskusi ilmiah kepentingan pasien," terang dia.
Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) DIY, Nunik Endang Sunarsih menambahkan pesan tersebut dapat menjadi bekal mahasiswa saat praktik. Sebagai perempuan, menjaga rahasia menjadi tantangan tersendiri.
"Jangankan kesehatan pasien, hal lain pun kadang ingin dibagi oleh perempuan. Namun, kita harus menjalankan profesi ini dengan profesional. Jika kesulitan silakan konsultasi dengan dosen atau kakak-kakak tingkat," pesannya.
Senada dengan hal tersebut, Pembina Stikes Guna Bangsa Yogyakarta, Muharso menambahkan nakes wajib memberikan pelayanan optimal, sesuai etika dan tata tertib yang berlaku. Pesan ini diharapkan dapat diingat dan dijalankan para mahasiswa Guna Bangsa.
"Mahasiswa kami harapkan dapat sungguh-sungguh menjalankan sumpah," kata dia.
Dalam Capping Day VIII Tahun Akademik 2016/2017 ini terdapat 51 mahasiswa yang terdiri dari 35 mahasiswa Program Studi (prodi) S1 Ilmu Keperawatan dan 16 mahasiswa prodi DIII Kebidanan. Selain kedua prodi tersebut, Stikes Guna Bangsa juga memiliki DIII Analis Kesehatan, Profesi Ners, DIII Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi serta DIII Teknologi Transfusi Darah.
Khusus untuk paskasarjana, kampus ini memiliki S2 Kebidanan (Program Magister Terapan). Adapun di Indonesia, baru ada dua kampus yang memiliki prodi tersebut. Melalui prodi ini diharapkan tren kesehatan ibu dan anak membaik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: