Tabungan Simpeda Capai Rp75 Triliun, BPD Perkuat Layanan Digital
Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia bertemu di malam puncak Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Tahun XXXVII-2026
Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY terus melakukan sosialisasi budaya membaca hingga ke tingkat desa
Harianjogja.com, BANTUL--Dalam meningkatkan budaya membaca, Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY terus melakukan sosialisasi hingga ke tingkat desa.
Sosialisasi itu mereka lakukan dalam beragam kegiatan. Salah satunya adalah yang dilakukan di Aula Balai Desa Sabdodadi, Bantul, Selasa (25/4/2017).
Jika biasanya sosialisasi itu dilakukan dengan menggunakan buku teks sebagai medianya, kali ini mereka justru memanfaatkan regulasi yang diterbitkan pemerintah, mulai dari Undang-Undang hingga peraturan daerah. “Kali ini kami mengangkat tema Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan,” kata Kepala BPAD DIY Budi Wibowo, Selasa (25/4/2017).
Pengambilan tema, menurut mantan Sekda Kulonprogo itu didasari atas kebutuhan masyarakat Desa Sabdodadi saat ini. Itulah sebabnya, guna menyosialisasikan kesadaran masyarakat untuk membaca, termasuk di antaranya buku-buku regulasi tersebut, pihaknya mendatangkan sejumlah narasumber. “Dari legislatif, selaku pihak penyusun regulasi, dan eksekutif, selaku instansi teknis,” tambahnya.
Diakui Budi, kesadaran masyarakat untuk membaca di DIY terus mengalami peningkatan. Hingga kini, indeks rata-rata membaca di DIY sebesar 0,049. Padahal, di tingkat nasional, indeksnya hanya 0,001. “Artinya, di DIY ini dari 1.000 orang, ada 49 orang di antaranya yang membaca buku,” kata Budi.
Joko Waluyo, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul yang didapuk sebagai salah satu narasumber membenarkan, masyarakat, khususnya petani saat ini wajib memahami regulasi yang menaungi mereka. Dengan begitu, petani pun bisa memiliki keberdayaan dalam menjalankan pekerjaannya.
Begitu pula terkait dengan regulasi perlindungan lahan yang menjadi tema sosialisasi tersebut, diakuinya menjadi isu penting saat ini. Ancaman alih fungsi lahan, kini benar-benar menjadi momok bagi keberlangsungan dunia pertanian di DIY.
“Petani harus paham regulasinya. Kalau tidak, ancaman itu benar-benar bakal terjadi. Bagaimanapun, semakin banyaknya penduduk, maka semakin banyak pula kebutuhan hunian,” tegasnya.
Hal itu dibenarkan pula oleh Wantini, Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan Desa Sabdodadi. Ia mengaku, ancaman itu kini memang tengah terasa di wilayah Sabdodadi. Diakuinya, jumlah penduduk yang mengalami pertumbuhan 1,4 persen per tahunnya, ternyata diikuti dengan penyusutan lahan pertanian yang mencapai 2 hektar per tahun.
“Ini ironis sekali bukan. Itulah sebabnya, petani harusnya benar-benar memahami regulasi yang berlaku. Mereka harus tahu, bahwa negara sebenarnya memiliki kewajiban dalam melindungi lahan pertanian itu,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal KSPN dari Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Drini, tarif mulai Rp12.000. Perhatikan perbedaan tanggal jadwal Pantai Drini.
Cek jadwal DAMRI dari Bandara YIA ke Jogja dan Sleman, Selasa 27 Oktober 2026. Simak jam keberangkatan dan tarif normal Rp80.000.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa, 27 Oktober 2026. Tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Tugu dan Kutoarjo.
Cek jadwal KA Bandara YIA 27 Oktober 2026, layanan reguler dan Xpress, waktu keberangkatan, kedatangan, serta durasi perjalanan.
Jadwal KRL Solo-Jogja 27 Oktober 2026 tersedia dalam 12 keberangkatan dari Palur. Cek jam kereta di setiap stasiun menuju Jogja.