Gerakan Ekstrem Seperti Penyakit
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Ilustrasi (JIBI/Solopos/Antara)
Orang hilang Jogja kali ini cukup menyita perhatian publik.
Harianjogja.com, JOGJA -- Dilaporkan hilang sejak Minggu (8/5/2017), Chatarina Wiedyawati akhirnya diketahui tewas tiga hari kemudian. Adapun korban ditemukan meninggal di Sukabangun, Palembang.
Nardi, Paman korban mengatakan dirinya kehilangan kontak dengan almarhum sejak hari Minggu lalu (8/5/2017). Padahal hari itu, Chatarina meminta keluarganya menjemput di Bandara Adisucipto.
“Dia ke Jogja karena mau foto pre wedding, bahkan bajunya sudah sampai disini. Hari Minggu jam 6 [pukul 06.00 WIB] mau saya jemput, tapi kok enggak bisa dihubungin sampai jam 12 [12.00 WIB]. Saya coba cek nama penumpang di hari Senin, ternyata namanya tidak ada,” jelasnya saat ditemui dirumahnya yang berada di kawasan Suryodiningratan, Rabu (17/5/2017).
Nardi mengira keponakannya tidak jadi naik pesawat dan memilik jalur darat. Tapi, ia berpikir jika lewat jalur darat harusnya bisa dihubungi. ia mengatakan sejak saat itu, keluarga praktis kehilangan kontak dengan Chatarina.
Karena keberadaan Chatarina tidak kunjung ditemukan, keluarga akhirnya berinisiatif menyebar foto Chatarina saat bersama dengan calon suami. Dengan harapan ada seseorang yang akan memberi kabar mengenai keberadaan Chatarina.
Di hari ketiga, Yaitu Kamis keluarga mendapat kabar tentang keberadaan Chatarina. Namun malang, Chatarina ditemukan sudah tidak bernyawa.
“Awalnya ibunya tidak percaya saat ditunjukkan fotonya. Infonya juga masih simpang siur. Ada yang bilang benar, ada yang tidak. Akhirnya saya utus anak saya kesana dan ternyata benar itu keponakan saya,” jelas Nardi.
Adapun Chatarina diketahui besar di Sumatera, tetapi sejak SMP hingga kuliah korban tinggal di Jogja. Hingga saat ini, Chatarina tinggal terpisah dengan keluarga. Sebab keluarganya tinggal di Jogja, sedang dia bekerja di Sumatera.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.