Drag Bike Sleman 2026 Jadi Magnet Sport Tourism, Catat Tanggalnya
Drag Bike Sleman 15 Agustus 2026 di Minggir jadi magnet sport tourism, dorong UMKM dan kampanye stop balap liar.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Heni Kurniawati, 38, warga Dusun Pulerejo memikul ember berisi air bersih untuk kebutuhan sehari-hari dari bak penampungan air seusai dilakukan droping air bersih oleh PMI kabupaten Sleman dan Rotary Club di Kelurahan Gayamharjo, Prambanan, Sleman , DI. Yogyakarta, Jumat (07/08/2015). Warga yang tinggal di perbukitan Prambanan, Sleman, mulai kekurangan air bersih sejak sebulan silam. Tanpa adanya bantuan droping ari bersih warga harus berjalan beberapa kilometer untuk mengam
Kekeringan Sleman diperkirakan dapat kembali terjadi
Harianjogja.com, SLEMAN -- Suhu maksimal mengawali kemarau saat ini masih dinilai normal. Puncak kemarau untuk wilayah DIY sendiri diprediksi terjadi pada Juli dan Agustus mendatang.
Baca Juga : http://www.harianjogja.com/?p=818911">KEKERINGAN SLEMAN : BMKG Perkirakan Puncak Kemarau Juli-Agustus
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Heru Saptono mengatakan, Pemkab sudah mengantisipasi potensi kekeringan di Prambanan dengan mengoptimalkan keberadaan air sumber dalam.
"Warga tinggal memanfaatkan dam dan sumur-sumur dalam untuk memenuhi kebutuhan air bersih selama kemarau," ujarnya kepada Harianjogja, Senin (23/5/2017).
Penggunaan pompa pada sumur-sumur dalam tersebut, lanjutnya, selama musim kemarau akan diintensifkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga. Sumur-sumur tersebut dikelola warga baik di Dusun Gedang, Kikis, Sawo, dan Sembir di Desa Sambirejo, Dusun Pereng (Sumberharjo), Dusun Jontro dan Jali (Gayamharjo), serta Dusun Mlakan (Madurejo).
Dari hasil pendataan total warga yang terdampak langsung kekeringan sekitar 2.218 KK. Data tersebut berdasarkan sebaran pipa transmisi dan distribusi pipa sumur dalam. Selain kebutuhan air bersih rumah tangga, lanjutnya, Warga juga bisa memenuhi kebutuhan ternak. Hanya saja, kebutuhan air untuk ternak warga harus membelinya. "Semua dikelola oleh warga," ujar Heru.
BPBD sendiri, lanjutnya, sudah memiliki peta rawan bencana kekeringan di Prambanan. Beberapa desa memiliko tingkat atau potensi rawan bencana kekeringan. Meliputi Kumplit (Wukirharjo), Gayam, Kalinongkolor, Rejosari (Gayamharjo), Mlakan, Gunungcilik, Gendang (Sambirejo) dan Dawung (Bokoharjo).
Sementara itu, Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Bandung Bondowoso Prambanan Prawoto Brewok mengatakan, pihaknya sudah memikiki peta wikalah rawan kekeringan. Beberapa titik awal wilayah potensi rawan kekeringan, lanjutnya, berada di Gedangbawah (Sambisari), Gayam dan Lemahabang (Gayamharjo), dan beberapa titik lainnya. "Antisipasi sudah dilakukan. Bersama Pemdes, kami mengoptimalkan saluran-saluran air yang sudah ada,"ujarnya.
Selain itu, lanjut Prawoto, dilakukan pengeboran titik sumber baru yang dilakukan oleh pihak swasta maupun pemerintah. Pihaknya juga melakukan antisipasi dengan menanam 1500 batang pohon di bukit Mintorogo, Gayamharjo. Jenis pohon yang ditanam, katanya, adalah tanaman buah seperti jambu merah, mangga dan nangka. Dia menjelaskan, penanaman pohon tersebut selain untuk konservasi juga untuk mendukung pengembangan wisata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Drag Bike Sleman 15 Agustus 2026 di Minggir jadi magnet sport tourism, dorong UMKM dan kampanye stop balap liar.
Menkomdigi Meutya Hafid menerbitkan SE Nomor 4/2026. Operator seluler wajib melindungi sisa kuota dan memberi pilihan layanan kepada pelanggan
Banjir bandang Nepal menewaskan 616 orang, 2.301 terluka dan 2.500 masih hilang. Tim penyelamat terus mencari korban di perbatasan China
Labuan Bajo ditargetkan pulih dan makin tangguh pascagempa M7,7 melalui penguatan keselamatan, manajemen risiko, dan destinasi wisata darat
Luhut menyebut integrasi AI dalam E-Katalog dapat menghemat anggaran 20%-30% serta meningkatkan transparansi pengadaan pemerintah.
Festival Mustika Rasa resmi dibuka di Alun-Alun Selatan Jogja, Sabtu (29/8/2026). Festival kuliner yang melibatkan ratusan UMKM lokal ini membawa pesan tentang