Peridot Klaten Kembali ke Akar Kopi Setelah Hampir 12 Tahun Berjalan
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Ilustrasi cuaca ekstrem. (JIBI/Solopos/Reuters)
Cuaca ekstrem kemungkinan dialami sebagian wilayah di DIY
Harianjogja.com, SLEMAN -- Meski kemarau, hujan dan angin kencang masih terjadi di sebagian wilayah di DIY. Tingginya kelembaban udara menjadi salah satu penyebabnya.
Koordinator Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofiska (BMKG) Jogja Djoko Budiono menjelaskan, berdasarkan hasil analisa cuaca, ada beberapa hal yang diindikasikan menjadi penyebab hujan dalam beberapa hari ini. Di antaranya, lanjut Djoko, RH (kelembaban udara) pada lapisan atas 850-500 mb sepanjang Pulau Jawa di atas 90%. "Ini mengindikasikan atmosfer dalam kondisi basah sehingga potensi terjadinya hujan cukup tinggi," jelasnya kepada Harianjogja.com, Selasa (30/5/2017).
Selain itu, pada lapisan atas 850 - 700 mb terlihat adanya belokan angin yang menyebabkan konvergensi (daerah pertemuan angin). Kondisi tersebut, lanjut Djoko, berdampak pada pembentukan awan-awan hujan. "Kondisi itu masih akan menyebabkan hujan dengan kategori ringan-sedang dalam dua hingga tiga hari ke depan," ujarnya.
Dia menambahkan, kondisi tersebut juga berdampak pada munculnya angin kencang. Kecepatan angin maksimum rata-rata antara 10-20 knot atau 18-39 km/jam di beberapa lokasi. Kecepatan angin ini, menurut Djoko, masuk kategori cukup kencang. Oleh karenanya, Djoko mengingatkan potensi terbentuknya awan Cb (pusaran angin) untuk beberapa hari ke depan.
"Angin timurannya kuat. Gangguan cuaca saat ini diprediksi berlangsung sampai 5 Juni, setelah itu kembali normal," ungkapnya.
Beberapa lokasi yang diprediksi mengalami gangguan cuaca meliputi seluruh wilayah Sleman dan sebagian wilayah Bantul serta Kulonprogo. Di tiga lokasi tersebut, curah hujan sepekan ke depan di prediksi terjadi di atas 50mm per minggu. Sementara wilayah lainnya di bawah 50mm/minggu. "Untuk tinggi gelombang di pesisir selatan diprediksi antara 2,5 meter hingga 4 meter, ini juga perlu diwaspadai," jelas Djoko.
Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengaku gangguan cuaca yang terjadi masih belum berdampak atau menimbulkan bencana. Meski begitu, pihaknya selalu siap jika sewaktu-waktu bencana datang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Sertifikat tanah elektronik menghubungkan data pemegang hak dengan NIK dan bidang tanah dengan nomor identifikasi elektronik.
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Sebanyak 193 karya dari 131 seniman difabel dipamerkan dalam Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
Kementerian PU menangani kekeringan yang mengancam 141.440 ha sawah melalui pemompaan air dan perbaikan irigasi.