Gunungkidul Belum Tetapkan Siaga Kekeringan, Ini Alasannya
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
Sejumlah pengunjung menikmati pemandangan negeri di atas awan yang berada di puncak 4G di Desa Ngalang, Gedangsari. (Ist)
Menghilangkan ketimpangan tujuan wisata yang saat ini masih fokus di sektor selatan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata Gunungkidul terus berusaha mengenalkan wisata di kawasan utara karena potensinya tidak kalah dengan wilayah selatan yang dipenuhi pantai.
Kepala Bidang Usaha dan Pemasaran Dispar Gunungkidul, Yuni Hartini, mengakui ada tugas besar dalam proses pengembangan sektor kepariwisataan di Gunungkidul.
Salah satunya untuk menghilangkan ketimpangan tujuan wisata yang saat ini masih fokus di sektor selatan. Hal ini dapat dilihat dengan membanjirnya wisatawan di kawasan pantai saat musim liburan tiba.
Dari sisi potensi sektor utara tidak kalah menarik. Mulai kawasan Patuk hingga Semin memiliki destinasi wisata dengan karakteristik dan keunggulan sendiri-sendiri.
Banyak objek yang dapat dikunjungi seperti di Kecamatan Patuk dengan objek andalan kawasan Batur Hill hingga Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunung Gentong atau Objek Wisata 4G di Kecamatan Gedangsari dan objek wisata lainnya.
“Potensi-potensi inilah yang akan terus kami [Dispar] kembangkan untuk mengejar ketertinggalan dengan perkembangan wisata di sektor selatan,” kata Yuni kepada Harian Jogja, Kamis (1/6/2017).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
Simak jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 lengkap dengan niat, tata cara, dan keutamaannya menjelang Iduladha.
PLN pastikan listrik Sumatra pulih bertahap usai gangguan transmisi, 176 gardu induk kembali normal.
Selat Solo jadi alternatif olahan daging kurban yang unik. Perpaduan Jawa-Belanda, lezat, dan makin populer saat Idul Adha.
Kelangkaan solar subsidi di luar Jawa picu antrean panjang dan lonjakan biaya logistik jelang Iduladha 2026.
Masjid Sheikh Zayed Solo gelar Iduladha 2026 dengan 50 sapi kurban dan Festival Bulan Haji. Ada pasar gratis hingga nikah massal.