7 Nama Muncul Bersaing Jadi Kepala OPD di Gunungkidul
Lelang jabatan Pemkab Gunungkidul selesai, tujuh kandidat bersaing jadi kepala OPD dan menunggu keputusan bupati.
Ilustrasi investasi (JIBI/Harian Jogja/Dok.)
Membangun pabrik perlengkapan militer seperti helm, sarung tangan hingga baju antipeluru
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perlengkapan militer akan membangun pabrik di kawasan Mijahan, Kecamatan Semanu, Gunungkidul.
Rencananya pabrik itu mulai dibangun di 2018 mendatang. Perusahaan tersebut akan membangun pabrik perlengkapan militer seperti helm, sarung tangan hingga baju antipeluru.
Sekretaris Daerah Gunungkidul Drajat Ruswandono mengungkapkan Pemerintah Kabupaten sudah bertemu dengan PT Molay Satrya Indonesia terkait dengan rencana membangun pabrik perlengkapan militer di Mijahan. Pada Jumat (2/6/2017) lalu bahkan sudah ada pertemuan antarkedua belah pihak guna membahas masalah perizinan penggunaan ruang pembangunan pabrik.
“Baru langkah awal untuk investasi. Namun, Pemkab sangat mengapresiasi langkah dari investor untuk menanamkan modalnya di Gunungkidul,” katanya, Minggu (4/6/2017). Menurut Drajat, dalam pertemuan dengan PT Molay, selain membahas masalah perizinan, juga memperkenalkan terkait dengan aneka usaha yang akan diproduksi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lelang jabatan Pemkab Gunungkidul selesai, tujuh kandidat bersaing jadi kepala OPD dan menunggu keputusan bupati.
DPAD DIY mengedukasi masyarakat pentingnya arsip sebagai aset berharga dan bukti hukum melalui kampanye sadar arsip sejak dini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 25 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu. Tarif Rp8.000, keberangkatan padat dari pagi hingga malam.
Timnas Iran memindahkan markas ke Meksiko jelang Piala Dunia 2026 demi mengatasi masalah visa dan keamanan.
Kepuasan pelanggan KAI Daop 6 Jogja terus meningkat hingga 4,55 pada 2025. Layanan makin nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.