Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Komando Distrik Militer (Kodim) 0734 menggelar pasar murah Ramadan di halaman Markas Kodim, Kamis (8/6)
Harianjogja.com, JOGJA-Komando Distrik Militer (Kodim) 0734 menggelar pasar murah Ramadan di halaman Markas Kodim, Kamis (8/6/2017). Bazar yang dikhususkan prajurit dan pegawai negeri sipil (PNS) Kodim tersebut menjual berbagai kebutuhan sehari-hari saat Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.
Beberapa kebutuhan yang dijual di antaranya telor Rp16.500 per kilogram, lebih murah dari harga pasaran yang mencapai Rp20.000. Selain telur ada gula dijual Rp12.000 per kilogram, tepung terigu Rp5.000, dan minyak goreng Rp11.000. Selain kebutuhan pokok ada juga pakaian.
Karena murah, Bazar yang digelar sejak pukul 09.00 WIB itu pun ludes hanya sampai siang hari. "Bazar ini untuk bantu memenuhi kebutuhan prajurit dan PNa dalam menambut Ramadan dan Hari Raya dengan harga terjangkau," kata Komandan TNI Kodim 0734 Letnan Kolonel Rudi Firmansyah.
Rudi mengatakan jenis barang yang diperdagangkan dengn harga murah dibanding pasar-pasar lainnya kiranya dapat dimanfaatkan baik. Kendati demikian, ia berpesan agar para prajurit teliti sebelim dan lebih selektif dalam membeli kebutuhan supaya tidak boros, "Supaya keaungan dalam keluraga dapat diatur," ucap Rudi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Kemenhub mendorong KAI mempercepat pengadaan 35 KRL baru dan dua retrofit agar seluruhnya dapat beroperasi pada 2027.
Kemnaker menyiapkan pelatihan vokasi bagi 50.000 pekerja terdampak PHK. Simak bidang pelatihan, fasilitas, syarat, dan cara pendaftarannya.
Ekonomi 2027 menghadapi tantangan daya beli, pembiayaan UMKM, kualitas kredit, serta pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di DIY.
Realisasi investasi selama dua tahun pemerintahan Prabowo mencapai Rp3.923,2 triliun dan menyerap lebih dari 5,48 juta tenaga kerja.
Pemerintah mengaktifkan SIZE di Jawa-Bali untuk mendeteksi dini penyakit zoonosis melalui integrasi data kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.