Anak Muda Bawa Cerita Rakyat Jogja ke Persoalan Kekinian
Cerita rakyat di Jogja tak berhenti sebagai kisah lama yang diwariskan dari generasi ke generasi
Panitia sedang menyediakan takjil di Masjid Gedhe Kauman, Kamis (8/6/2017). (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)
Setiap hari Masjid Gedhe Kauman Jogja menyediakan takjil atau makanan buka puasa gratis untuk jemaah
Harianjogja.com, JOGJA- Setiap Kamis sore, Masjid Gedhe Kauman menyediakan menu berbuka berupa gulai kambing.
kata Panitia Ramadan Masjid Gedhe Kauman Divisi Takjil, Juju Inhari Edi, mengatakan menu gule kambing memang selama ini yang menjadi andalan takjil di Masjid Gedhe Kauman. Ia tidak tahu persis sejak kapan menu gule kambing menjadi hidangan takjil yang dikhususkan.
"Kalau dari cerita takmir sebelum sebelumnya dan tokoh masyarakat, gule kambing jadi menu takjil sejak 1950-an," kata dia, Kamis (8/6/2017).
Saat itu gulai kambing dianggap sebagai menu yang mewah bagi masyarakat sekitar masjid yang dibangun pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono 1 tersebut. Maka masyarakat pun ingin berbagi menu yang dianggap mewah itu kepada masyarakat umum. Dalam berbagi dipilih salah satu hari, yakni Kamis karena Kamis sore dalam Islam sudah masuk Jumat.
Jumat merupakan hari yang mulia dalam Islam. "Sehingga menu istimewa ini juga untuk memuliakan hari Jumat dan memuliakan jemaah," ucap Juju.
Sejak saat itu tradisi gulai kambing hingga kini tetap dipertahankan menjadi menu hidangan setiap Kamis di bulan Ramadan. Bahkan tiap Kamis banyak donatur yang berebut ingin menyediakan sendiri gule kambing, namun panitia tetap membatasinya.
Awalnya gulai kambing dimasak sendiri oleh masyarakat sekitar, namun sejak tahun 1990an, diputuskan untuk menggunakan jasa katering. Beberapa alasan yang mendasari di antaranya halaman masjid untuk memasak dengan jumlah besar sudah tidak memungkinkan.
Alasan lain agar ada keseragaman rasa masakan. Sejak menggunakan jasa katering, tiga bulan sebelum masuk Ramadan, sudah ada puluhan proposal katering yang masuk. Akhirnya diutuskan untuk mengontrak 15 jasa usaha katering.
Dalam proses penentuan katering pun tidak mudah, ada 10 tim pencicip masakan yang bertugas menyeleksi jasa katering. Sepuluh orang, 6 di antaranya ibu-ibu, sisanya kaum pria dari takmir dan masyarakat sekitar. Seleksi tersebut guna menyeragamkan masakan agar setiap katering tidak jauh berbeda racikan masakannya.
Kini setiap hari ada lima jasa katering yang menyediakan 1.200-1.400. "Kalau Kamis ada tujuh jasa katering," kata Juju. Hampir setiap Ramadan jemaah buka puasa di Masjid Gedhe Kauman bertambah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cerita rakyat di Jogja tak berhenti sebagai kisah lama yang diwariskan dari generasi ke generasi
Jumlah pedagang di 32 pasar rakyat Sleman turun 297 orang. Disperindag menyebut faktor usia, kesehatan, regenerasi, dan tekanan ekonomi.
Perlinsos Digital mempermudah warga pelosok Padang Pariaman mengakses bansos. Eli Suarni akhirnya menerima PKH setelah menunggu sejak 2018.
Kemenhub mendorong KAI mempercepat pengadaan 35 KRL baru dan dua retrofit agar seluruhnya dapat beroperasi pada 2027.
Kemnaker menyiapkan pelatihan vokasi bagi 50.000 pekerja terdampak PHK. Simak bidang pelatihan, fasilitas, syarat, dan cara pendaftarannya.
Ekonomi 2027 menghadapi tantangan daya beli, pembiayaan UMKM, kualitas kredit, serta pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di DIY.